Pendapatan Restoran Kabupaten Kendal Menurun Hingga 60 Persen, Akibat Hadirnya Tol Trans Jawa

Pendapatan restoran maupun tempat makan yang berada di Kabupaten Kendal menurun hingga 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pendapatan Restoran Kabupaten Kendal Menurun Hingga 60 Persen, Akibat Hadirnya Tol Trans Jawa
TRIBUN JATENG/DHIAN ADI PUTRANTO
Halal bihalal PHRI Kabupaten Kendal, Selasa (18/6/2019). Dalam kegiatan itu PHRI meningkatkan sinergitas dengan pengelola wisata dan biro perjalanan di Kabupaten Kendal. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Tak ingin restoran dan hotel di sepanjang Pantura mengalami gulung tikar, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dorong Pemkab Kendal membangun baliho promosi di tiap pintu keluar Tol Semarang-Batang.

Alasannya, pendapatan restoran dan hotel mengalami penurunan sejak beroperasinya Tol Semarang-Batang.

Pada arus mudik 2019, hotel dan restoran yang berada di jalur Pantura Kabupaten Kendal sepi kunjungan pemudik.

Hal itu dikarenakan sebagian besar pemudik memilih jalan tol daripada melintasi Pantura sebagai jalur mudik maupun balik Lebaran mereka.

Ketua PHRI Kabupaten Kendal, Cahyanto mengatakan, pendapatan restoran maupun tempat makan yang berada di wilayahnya menurun hingga 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sedangkan untuk pendapatan hotel-hotel turun hingga 40 persen.

"Baliho itu bisa diisi nama-nama restoran dan hotel, destinasi wisata. Sehingga dapat menarik para pengguna jalan tol untuk keluar dan singgah di Kabupaten Kendal," ujarnya, Selasa (18/6/2019).

Ia mengatakan, pada Lebaran tahun sebelumnya masih banyak kendaraan yang melintasi jalan Pantura karena saat itu tol masih bersifat fungsional.

Namun pada mudik tahun ini hanya sedikit kendaraan yang melintasi pantura sehingga restoran dan hotel menjadi sepi pengunjung.

"Kami juga akan bersinergi dengan para pengelola tempat wisata dan biro perjalanan untuk melakukan hal yang inovatif dan kretif agar keberadaan tol ini tidak menjadi penghalang bagi para pengelola restoran hotel dan tempat wisata," tambahnya.

Pihaknya pun juga mendorong agar para pengelola restoran dan hotel untuk ikut memanfaatkan teknologi dalam memberikan pelayanan kepada pengunjung. 

"Saat ini jumlah restoran di Kendal ada 127 titik dan 27 hotel. Semoga jumlah ini tidak menurun dan tidak ada yang gulung tikar akibat tol," katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Kendal, Muh Thohir setuju terhadap usulan para pengelola restoran dan hotel tersebut.

"Bisa diusulkan kepada dinas terkait. Kami bisa bantu dalam kaitannya penganggaran melalui APBD," katanya. (Dhian Adi Putranto)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved