Setnov Kembali Plesiran, Pemerintah Berencana Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Pemerintah mewacanakan pembangunan komplek Lapas di pulau terpencil, setelah beredarnya kabar Setya Novanto keluyuran di luar Lapas Sukamiskin.

Setnov Kembali Plesiran, Pemerintah Berencana Bangun Lapas di Pulau Terpencil
(handout/dok Tribun)
Foto pertama yang beredar. Dalam foto diduga terpidana korupsi KTP elektronik, Setya Novanto, sedang berada plesiran di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Jumat (14/6/2019). Akibat beredarnya foto ini, Setnov dipindah dari Lapas Sukamiskin Bandung ke Lapas Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Pemerintah kembali mewacanakan pembangunan komplek lembaga pemasyarakatan (Lapas) di pulau terpencil, setelah beredarnya kabar narapidana kasus korupsi KTP elektronik Setya Novanto keluyuran di luar Lapas Sukamiskin.

Pemerintah mengaku telah memikirkan rencana untuk membuat lapas khusus bagi narapidana korupsi, narkotika, hingga para pelaku terorisme yang berbahaya.

"Sudah ada pemikiran, rencana buat lapas khusus. Bahkan kami juga pikirkan bagaimana kalau kita menggunakan pulau terpencil," ujar Menko Polhukam Wiranto, Senin (17/6/2019).

Terlebih, kata Wiranto, Indonesia memiliki banyak pulau yang jumlahnya 17 ribu lebih.

Sedangkan yang baru dihuni ada 11 ribu pulau. Alhasil, masih ada sisa 6 ribu pulau lagi yang tidak dihuni, yang bisa dijadikan lokasi lapas khusus.

"Kita kan banyak pulau, ‎kalau di pulau kan tidak bisa cuti. Kalau mau ngelayap masa mau renang?" ucapnya.

"Oleh karena itu, pemikiran ke sana ada, hanya perlu rancangan dan dukungan untuk mengarah ke sana," ungkap Wiranto.

Wiranto menjelaskan, pemerintah sudah membangun lagi lapas di Nusakambangan bekas Belanda, untuk kembali difungsikan.

Terlebih, kondisi lapas sudah over kapasitas, sehingga ‎pembangunan lapas khusus di pulau bakal dirapatkan dan menunggu proses selanjutnya.

"Pemikiran ke sana sudah dilakukan, dirapatkan tunggu proses selanjutnya," terangnya.

Halaman
1234
Editor: m nur huda
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved