Angka Kematian Ibu dan Anak Kabupaten Batang Ditarget Turun 70 Persen

Pada 2018 lalu, tingkat kematian ibu melahirkan tercatat tertinggi dalam sejarah di wilayah Kabupaten Batang atau mencapai 20 orang.

Angka Kematian Ibu dan Anak Kabupaten Batang Ditarget Turun 70 Persen
TRIBUN JATENG/DINA INDRIANI
Pidato Bupati Batang Wihaji saat menghadiri Halal Bihalal Dinkes Kabupaten Batang, Rabu (19/6/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Pada 2018 lalu, tingkat kematian ibu melahirkan tercatat tertinggi dalam sejarah di wilayah Kabupaten Batang.

Tahun lalu sesuai data mencapai 20 orang.

Untuk itu, Bupati Batang Wihaji mengintruksikan kepada para kepala puskesmas dan bidan untuk menekan angka kematian ibu dan bayi.

"Kami memang tidak bisa menghentikan takdir kematian. Tapi harus berikhtiar agar kematian ibu melahirkan dan balita tidak terus bertambah," ujarnya saat menghadiri Halal Bihalal Dinkes Kabupaten Batang, Rabu (19/6/2019).

Oleh karena itu, dikatakannya kepala puskesmas dan bidan harus mengawal atau nginceng wong meteng, karena barangkali ada penyakit lain atau kelainan pada janin sehingga bisa ditangani lebih lanjut untuk dirujuk ke rumah sakit.

Ia juga meminta petugas pelayanan kesehatan mengedepankan suasana kebatinan atau psikologis masyarakat.

Sehingga masyarakat atau pasien merasa terlayani secara baik.

"Jangan karena kedatangan saya semuanya baik. Tapi ada maupun tidak ada, pelayanan harus baik dan memahami suasana kebatinan warga," kata Wihaji.

Kepala Dinkes Kabupaten Batang dr Hidayah Basbhet mengatakan, angka kematian ibu tertinggi pada 2018 dimana ada kematian 20 orang.

Tahun ini harus mampu menurunkan angka 70 persen.

"Memang tugas berat, angka kematian tahun kemarin menjadi juara 1 atau paling tinggi. Mudah-mudahan angka kematian ibu pada tahun ini berhenti di angka lima," jelasnya.

Selain itu, tugas bidan juga harus memberikan penjelasan kepada ibu melahirkan agar makan makanan yang sehat.

"Karena masih banyak di masyarakat yang menjalankan mitos-mitos mengkonsumsi makanan yang tidak sehat," pungkasnya. (Dina Indriani)

Penulis: dina indriani
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved