Harga Tiket Pendakian Gunung Slamet Via Bambangan Purbalingga akan Dinaikkan

Penerapan perubahan harga tiket ini dilakukan usai serah terima pengelolaan jalur pendakian dari Pemerintah Kabupaten Purbalingga

Harga Tiket Pendakian Gunung Slamet Via Bambangan Purbalingga akan Dinaikkan
Istimewa
Pos pendakian gunung Slamet via Bambangan Purbalingga. 

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur merencanakan kenaikan tarif tiket masuk pendakian Gunung Slamet via Pos Bambangan Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

Penerapan perubahan harga tiket ini dilakukan usai serah terima pengelolaan jalur pendakian dari Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

Perubahan harga tiket pendaki dan pengelolaan pos pendakian ini masih dibahas bersama Pemerintah Desa Kutabawa serta kelompok masyarakat.

Sebagaimana diketahui, pengelolaan pendakian Gunung Slamet via Bambangan Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja Purbalingga kini berpindah tangan.

Pemerintah Kabupaten Purbalingga melepas pengelolaan basecamp pendakian itu kepada Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur.

Manajer Bisnis Perum Perhutani KPH Banyumas Timur, Sugito mengatakan, harga tiket pendakian kemungkinan akan naik menjadi Rp 25.000.

Tiket ini sudah termasuk asuransi pendaki serta alokasi untuk kas Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Argo Waluyo Desa Kutabawa dan KPH Banyumas Timur sebagai pengelola, Tim SAR serta kebersihan dan keamanan lingkungan.

"Masih kami bahas dengan elemen masyarakat dan desa. Tapi pasti ada kenaikan,"katanya

Menurut Sugito, perubahan pengelolaan dan harga tiket ini tak lain untuk menertibkan administrasi. Pasalnya, selama ini banyak pendaki mengeluhkan penarika tiket hingga dua kali.

Kenaikan harga tiket ini diyakininya tidak akan memengaruhi tingkat kunjungan. Kebijakan ini justru diharapkan dapat meningkatkan pelayanan bagi pendaki.

Jalur pendakian gunung tertinggi di Jawa Tengah ini punya daya tarik tersendiri bagi pendaki karena menawarkan pemandangan yang cukup eksotis. Vegetasi di sepanjang jalur menuju puncak setinggi 3.428 mdpl ini pun masih cukup terawat. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved