Kemarau, Lahan Bawang Merah Petani di Brebes Mulai Kekeringan

Di beberapa wilayah di Brebes, para petani bawang merah mengeluhkan keringnya saluran irigasi. Sehingga lahan pertanian mereka kekurangan air.

Kemarau, Lahan Bawang Merah Petani di Brebes Mulai Kekeringan
Tribun Jateng/ M Zaenal Arifin
Seorang petani sedang memompa air dari selokan yang ada di wilayah Kelurahan Pasarbatang, Rabu (19/6/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Dampak musim kemarau mulai dirasakan para petani di Kabupaten Brebes.

Di beberapa wilayah di Brebes, para petani bawang merah mengeluhkan keringnya saluran irigasi. Sehingga lahan pertanian mereka kekurangan air.

Di antaranya terjadi di Kelurahan Pasarbatang, Kecamatan Brebes. Para petani bawang merah terpaksa mengambil air dari selokan perkampungan menggunakan mesin pompa untuk mengaliri tanaman.

Seorang petani bawang merah, Ahmad Barikhurrohman (45) mengakatan, saluran irigasi sudah tidak ada airnya sejak awal bulan. Setelah dua pekan berlangsung, tanah area persawahan miliknya pun kekeringan.

"Sudah lebih dua pekan irigasi tidak mengalir. Makanya, saya terpaksa ambil air selokan untuk mengaliri sawah," katanya, Rabu (19/6/2019).

Dikatakannya, air selokan yang merupakan sisa pembuangan rumah tangga tidak bagus untuk pertumbuhan tanaman. Meski demikian, dirinya tetap mengandalkan air selokan lantaran irigasi yang ada sudah tidak menalir.

"Terpaksa saja pakai air selokan. Karena sawah sudah mengering. Kalau tidak dialiri, tanaman bawang merah saya bisa mati," ucapnya.

Dia menambahkan, selain tidak bagus untuk pertumbuhan tanaman, pihaknya harus mengeluarkan biaya lebih untuk mendapatakan air. Pasalnya, dirinya harus membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) sebanyak tujuh liter untuk sekali pompa. Padahal, dirinya harus memompa dua kali sehari untuk mengaliri lahan persawahan miliknya.

Bahak, lanjutnya, akibat kekeringan yang ada tidak jarang tanaman yang usianya masih berkisar dua minggu atau satu bulan mengalami gagal panen. karenanya, dirinya berharap kepada pemerintah untuk bisa mengatasi permasalahan tersebut. Terutama dalam aliran irigasi yang sudah tidak berjalan maksimal.

"Kalau biasanya kekeringan seperti ini terjadi di bulan Agustus. Tapi sekarang sudah mulai kami rasakan, jadi kita berharap aliran irigasi bisa kembali normal meski dengan sistem bergilir," harapnya.

Halaman
12
Penulis: m zaenal arifin
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved