Keroyok Anggota Polri Saat Mudik, 4 Warga Kabupaten Semarang Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara

Saat kejadian kondisi tersangka sedang mabuk dan merasa ada temannya tertabrak kendaraan korban

Keroyok Anggota Polri Saat Mudik, 4 Warga Kabupaten Semarang Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara
Tribunjateng.com/M Nafiul Haris
Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono saat menginterogasi para tersangka pengeroyokan dalam gelar perkara, Rabu (19/6/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Salatiga meringkus empat pelaku pengeroyokan yang terjadi pada malam Lebaran Idulfitri di Jalan Patimura, Kelurahan Salatiga, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Rabu (5/6/2019)

Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono dalam gelar perkara mengatakan kejadian berawal ketika korban Yoyok S Nurcahyo (58) warga RT 02/RW 06, Kelurahan Ragunan, Kecamatan Pasar Minggu Jakarta Selatan hendak mudik ke kampung halaman di daerah Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang.

"Saat kejadian kondisi tersangka sedang mabuk dan merasa ada temannya tertabrak kendaraan korban. Seketika itu para tersangka mengerubuti korban dan melakukan pemukulan," terangnya kepada Tribunjateng.com, di Mapolresta Salatiga, Rabu (19/6/2019)

Dikatakan AKBP Gatot, keempat pelaku adalah Muslih alias Kondom (29) warga RT 02/RW06 Bantaran Kelurahan Bancak, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang. Kemudian Agus Darwanto alias Budi Celeng (34) warga Dusun Nyamar RT 02/RW 01 Kelurahan Nyamat, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang.

Lalu ada Jumadi (41) warga Kampung Sendang RT 05/RW 02, Kelurahan Bringin. Kabupaten Semarang, dan Agus Purwanto alias Deglok beralamat di Kampung Kerap RT 01/RW 09, Kelurahan Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.

"Kepada seluruh tersangka dikenakan pasal 170 KUHAPidana dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. Soal korban kebetulan anggota polri pangkatnya persisnya saya tidak tahu, tetapi menyangkut kasus apapun akan kami proses begitu ada laporan masuk," katanya

Ia menambahkan dari hasil pengungkapan kasus tersebut petugas menyita sejumlah barang bukti diantaranya 1 buah helm warna biru merk VOG, kemudian satu potong kaos motif bergaris warna hitam putih.

Selanjutnya 1 buah savetycone SPBU yang digunakan untuk memukul korban dan satu unit sepeda motor Suzuki H-4987-VI milik pelaku.

Tersangka Agus Darwanto alias Budi Celeng (34) kepada wartawan menyatakan sebelum terjadi pengeroyokan ia merasa seorang temannya terlindas kendaraan korban saat melintas di Jalan Pattimura Salatiga.

"Tepatnya menuju arah SPBU setempat langsung terjadi dorong mendorong dengan korban dan berujung pada pemukulan. Saat itu kami semua sedang mabuk usai mengkonsumsi minuman keras," jelasnya. (ris)

Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved