Breaking News:

Pecandu Narkotika di Jawa Tengah Mencapai 495.000 Jiwa, Ini Upaya Dinkes Jateng

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah mengungkap, prevalensi pecandu narkotika di Jawa Tengah saat ini mencapai sekitar 495.000 jiwa.

shutterstock
Ilustrasi narkoba 

"Kita sembuhkan, kita pulihkan supaya mereka tidak terjerumus lebih mendalam lagi dengan menjadi seorang pengedar," jelasnya.

Di sisi itu, Kabid P2P Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dr Tatik Murhayati M.Kes memaparkan upaya Dinkes Jateng dalam memerangi penyalahgunaan narkoba di Jawa Tengah secara makro.

Menurut Tatik, NAPZA harus diberantas mulai dari hulu sampai hilir, mulai dari tindakan promotif preventif kuratif dan rehabilitatif.

Tindakan promotif kata Tatik, sasaran yang paling penting adalah remaja.

"Meskipun sasaran tidak hanya remaja, namun remaja ini juga punya orang tua, masyarakat, lingkungan, sehingga di samping remaja kita juga intervensi kepada orang tua dari upaya promotif," jelasnya.

Sementara itu dari sisi preventif, Dinkes Jateng berupaya mencegah agar yang bukan pengguna narkoba untuk tetap tidak mencoba Narkoba.

"Untuk itu kami lakukan penyuluhan-penyuluhan baik itu melalui media cetak, siaran, baik itu televisi maupun radio, itu yang kami lakukan," tambahnya.

Sedangkan tindakan kuratif, lanjutnya, Dinkes Jateng memiliki 23 Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) yang tersebar di Jawa Tengah.

Namun demikian, IPWL yang ada saat ini hanya 85 persen yang aktif.

Tatik mengaku pihaknya akan terus mendorong agar IPWL yang tidak aktif agar segera aktif kembali.

"Tentunya yang mestinya aktif ini bukan hanya sektor kesehatan saja. Kita perlu kolaborasi lintas sektor karena IPWL yang tidak aktif mungkin juga karena tidak ada pasiennya.

Kita dorong bagaimana masyarakat, pecandu atau lintas sektor seperti BNN itu bisa mendorong, menyosialisasi, dan menyadarkan pecandu-pecandu ini untuk melakukan rehabilitasi," tandasnya.(idy)

Penulis: Idayatul Rohmah
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved