Remaja di Semarang Bacok Serampangan Pakai Celurit Panjang 100 Cm, Satu Korban Meninggal

Polsek Semarang Utara dan Resmob Polrestabes Semarang berhasil menangkap pelaku penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Penulis: Moch Saifudin | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/MOCH SAIFUDIN
Kanit Reskrim Polsek Semarang Utara, Iptu Rismanto sedang memegang barang bukti alat sejenis clurit, Rabu (19/6/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Polsek Semarang Utara dan Resmob Polrestabes Semarang berhasil menangkap pelaku penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Kanit Reskrim Polsek Semarang Utara, Iptu Rismanto mengatakan, kronologi kejadian tersebut merupakan unsur kesalahpahaman.

Lanjutnya, kejadian tersebut terjadi di Jalan Kabana, Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Sabtu (8/6/2019), dini hari atau sekira pukul 01.00 WIB.

"Kejadian tersebut tidak berdasarkan perencanaan penganiayaan terhadap orang tertentu.

Terjadi antar beberapa remaja yang mengalami salah faham.

Satu kelompok A sempat melempar ranting terkena slebor salah satu kelompok B.

Kemudian terjadilah kejar-kejaran.

Lalu salah satu kelompok B menyerang menggunakan alat sejenis clurit, terkenalah salah satu anggota kelompok A," jelasnya, Rabu (19/6/2019).

Kronologi Video Viral Pria Mengamuk di Indomaret Sekaran Semarang, Berawal Salah Paham VC Vidcall

Pelaku Pembunuhan di Purbalingga Sempat Setubuhi Korban Setelah Korban Tak Sadar

VIRAL Skandal Video Mesum Guru dan Siswinya, Murid Jadi Pemuas Nafsu Selama Tiga Tahun

Pemeran Video Mesum Jangan Kasih Nyala Blitz-nya Diketahui Sudah Tinggalkan Bulukumba

Kejadian tersebut bukanlah suatu pengeroyokan, lanjut Rismanto, melainkan salah satu anggota kelompok tersangka menyerang secara acak ke kelompok korban.

Lalu terkenalah leher bagian belakang korban bernama Rahul Mahendra (18).

Adapun Rismanto menyebut, jumlah orang dalam pertikaian tersebut tidak mencapai puluhan, melainkan hanya beberapa orang.

"Semarang Utara ini merupakan kawasan pesisir.

mungkin bisa dikatakan berbeda karakternya dengan daerah lain.

Kalau di sini tensinya mudah naik," terangnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved