Setelah Kasus Korupsi, Dirut BKK Pringsurat Temanggung: Kepercayaan Masyarakat Mulai Membaik

Direktur Utama BKK Pringsurat, Supriyadi, mengaku sedikit lega setelah sidang perkara mega korupsi jilid I badan kredit kecamatan itu, ‎di Pengadilan.

Setelah Kasus Korupsi, Dirut BKK Pringsurat Temanggung: Kepercayaan Masyarakat Mulai Membaik
TRIBUN JATENG/YAYAN ISRO ROZIKI
Nasabah PD BKK Pringsurat melihat daftar pengumuman, siapa-siapa nasabah yang mendapat giliran pengembalian. 

TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - Direktur Utama (Dirut) BKK Pringsurat, Supriyadi, mengaku sedikit lega setelah sidang perkara mega korupsi jilid I badan kredit kecamatan itu, ‎di Pengadilan Tipikor Semarang usai.

Menurut dia, saat ini pihaknya berupaya memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap BKK Pringsurat.

"Dengan adanya kasus mega korupsi ini, tentu kepercayaan nasabah atau masyarakat kepada BKK Pringsurat ‎menurun. Karena itu, saat ini tugas kami untuk memulihkan kepercayaan masyarakat," ucapnya, Rabu (19/6/2019).

Disampaikan, saat ini pelan-pelan kepercayaan masyarakat mulai meningkat.

Menurut dia, ini tak lepas dari adanya jaminan dari pemilik BKK Pringusrat, --Pemprov Jateng dan Pemkab Temanggung--, guna pengembalian dana nasabah yang 'dikemplang' direksi sebelumnya.

"Yang jelas, nasabah sudah mulai tenang, dan pelan-pelan mulai ada masyarakat yang kembali percaya menempatkan dananya," tutur dia.

Perkembangan Ka‎sus Korupsi BKK Pringsurat, Kejari Temanggung Terbitkan 5 Sprindik Baru

Dituturkan, dana yang disiapkan untuk pengembalian dana nasabah pada tahap pertama ini sebesar Rp25 miliar. Selanjutnya, pengembalian dana nasabah akan diberikan secara bertahap.

Diberitakan sebelumnya, ‎dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (17/6/2019), dua direksi BKK Pringsurat: Suharno dan Riyanto,‎ dinyatakan bersalah terlibat dalam perkara korupsi yang menelan kerugian negara hingga mencapai Rp114 miliar.

Keduanya masing-masing ‎dijatuhi pidana kurungan 11 tahun penjara, serta pidana denda sebesar Rp200 juta subsider tiga bulan penjara.

Di samping itu, Suharno dijatuhi pidana membayarkan uang pe‎ngganti kerugian negara senilai Rp1,2 miliar. Sementara, Riyanto harus memayarkan uang pengganti senilai Rp7000 juta.

Halaman
12
Penulis: yayan isro roziki
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved