Slamet Kakek Asal Tunjungsari Kabupaten Pekalongan Tidak Telantar, Tinggal Bersama Anaknya

Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan mendatangi rumah kakek tersebut yakni Dukuh Gempol RT.017 RW.04 Desa Tunjungsari Kecamatan Siwalan.

Slamet Kakek Asal Tunjungsari Kabupaten Pekalongan Tidak Telantar, Tinggal Bersama Anaknya
IST
Kunjungan Plt. Kepala Dinsos Kabupaten Pekalongan ke rumah Kakek Slamet di Dukuh Gempol RT.017 RW.04 Desa Tunjungsari Kecamatan Siwalan. 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN – Laporan dan berita di sebuah media online, Selasa (18/6/2019), dengan judul “Kakek Seorang Diri Hidup di Gubuk Sempit Bersama Ternaknya” langsung direspons Pemerintah Kabupaten Pekalongan.

Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Siti Masruroh, M.Si didampingi Kasi Layanan Anak dan Lansia Bidang PPRS Dinsos, Kades Tunjungsari, TKSK Siwalan dan 3 pendamping PKH serta Babinsa langsung mendatangi lokasi, yakni Dukuh Gempol RT 17 RW 4 Desa Tunjungsari Kecamatan Siwalan.

Sebelumnya Camat Siwalan Sugino, S.STP., bersama Kepala Puskesmas Siwalan bersama bidan, perawat, kades dan perangkat Desa Tunjungsari serta staf Kantor Kesbangpol dan unsur terkait juga mendatangi lokasi yang sama.

Setelah kunjungan, Siti Masruroh menyampaikan bahwa dalam berita tersebut ada beberapa hal yang perlu diluruskan.

Kunjungan Plt. Kepala Dinsos Kabupaten Pekalongan ke rumah Kakek Slamet di Dukuh Gempol RT.017 RW.04 Desa Tunjungsari Kecamatan Siwalan.
Kunjungan Plt. Kepala Dinsos Kabupaten Pekalongan ke rumah Kakek Slamet di Dukuh Gempol RT.017 RW.04 Desa Tunjungsari Kecamatan Siwalan. (IST)

Dijelaskannya, sebagian besar isi berita yang ditulis tidak benar bahwa  Slamet tinggal di gubuk selama dua tahun.

Hal ini berdasarkan informasi dari Kepala Desa Tunjungsari M. Iskandar bahwa gubuk yang dibuat di pinggir kali perbatasan Tunjungsari Kecamatan Siwalan dengan Sragi itu dibuat baru 2-3 bulan yang lalu.

“Gubug itu sebagai tempat pak Slamet istirahat. Walaupun sudah lansia (84 tahun) namun masih aktif beraktivitas dengan memelihara bebek dan menanam di lahan milik pengairan. Jadi Pak Slamet beraktivitas dan tidur di gubuk di tanah bantaran pengairan itu memang pada saat siang hari,” terang Masruroh.

Plt. Kepala Dinsos itu mengungkapkan bahwa hingga hari ini Pak Slamet masih tercatat sebagai penerima manfaat PKH Lansia.

Menurut M Iskandar, Slamet walaupun sudah 84 tahun masih aktif mengikuti kegiatan sosial seperti mengaji, sholat jumat dan berjamaah secara rutin di masjid atau mushola terdekat.

“Salah satu anaknya yang kami temui yaitu Ibu Junaenah merasa marah dengan berita yang dimuat di media tersebut karena dianggapnya menelantarkan bapaknya. Padahal tiap hari bapaknya selalu pulang ke rumah kami, bukan tinggal di gubuk itu,” imbuh Masruroh.    

Sugino menambahkan berkaitan dengan layanan kesehatan, selama ini Slamet sudah mendapat pelayanan kesehatan dengan baik dari Puskesmas.

Terlebih yang bersangkutan sudah mmpunyai KIS (Kartu Indonesia Sehat), dan rutin cek kesehatan ke Puskesmas Siwalan.

Hal ini sesuai laporan Kepala Puskesmas Siwalan, Suwondo.

“Beliau secara rutin masih mampu bersepeda untuk aktivitas ke masjid, ke rumah anaknya, juga ke Puskesmas Siwalan,” tandas Camat Siwalan ini. (*)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved