Tiga Kampus di Pekalongan Akan Dilebur Jadi Universitas Muhammadiyah Pekalongan

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE), Politeknik dan Stikes Muhammadiyah Pekalongan, akan dilebur menjadi Universitas Muhammadiyah Pekalongan (UMP).

Tiga Kampus di Pekalongan Akan Dilebur Jadi Universitas Muhammadiyah Pekalongan
Tribun Jateng/ Budi Susanto
Suasana wisuda STIE Pekalongan di Hotel Dafam Pekalongan, Rabu (19/6/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE), Politeknik dan Stikes Muhammadiyah Pekalongan, akan dilebur menjadi Universitas Muhammadiyah Pekalongan (UMP).

Grand Launching UMP direncanakan akan dilakukan pada 29 Juni mendatang, di gedung rektorat UMP di Pekajangan Kabupaten Pekalongan.

Pihak kampus pun akan mengundang perwakilan perguruan tingggi swasta se-Indonesia, serta Universitas Muhammadiyah se-Jateng.

Dijelaskan Majlis Diklitbang PP Muhammadiyah Pusat, M Suyuti, UMP akan menjadi perguruan tinggi Top di wilayah Pekalongan.

“Saya yakin ke depan UMP akan menjadi perguruan tinggi ternama di wilayah Pekalongan, karena melihat perkembangannya yang kian pesat,” ujarnya, Rabu (19/6/2019).

Ia juga mengimbau, agar mahasiswa yang tergabung di keluarga UMP tetap menjunjung tinggi nilai agama.

“Perguruan tinggi besar tentunya punya tantangan menghadapi era globalisasi, selain akademik tentunya akhlak dan moral juga ikut mempengaruhi perkembangan dunia pendidikan. Maka dari itu, untuk para mahasiswa wajib hukumnya menjunjung tinggi agama,” ujarnya.

Sementara itu, Suyatno, Rektor Universitas Muhammdiyah Bandung, mengatakan, UMP akan diresmikan 29 Juni mendatang.

“Selama ini baik STIE, Stikes serta Politeknik Muhammadiyah menjadi kepercayaan masyarakat. Dan sebentar lagi ketiganya akan bergabung menjadi perguruan tinggi besar, di mana akan mencetak lulusan-lulusan hebat,” ujar Suyatno.

Adapun menurutnya, di Indonesia jumlah mahasiswa yang menuntut ilmu di Universitas Muhammadiyah mencapai 6 juta orang.

“Jumlah tersebut menjadi patokan dunia pendidikan di Indonesia, karena mahasiswa Muhammadiyah menyumbang partisipasi pendidikan Indonesia yang secara nasional berjumlah 30 persen,” tuturnya.

Ditambahkannya, lulusan UMP harus bisa bersaing di era industri 4.0, di mana semua berbasis teknologi.

“Maka dari itu lulusan UMP nantinya diwajibkan punya surat pendampingan ijazah agar bisa bersaing di dunia kerja, serta meciptakan peluang kerja baru,” tambahnya.(*)

Penulis: budi susanto
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved