Breaking News:

128 Jabatan Kepala Sekolah SD Negeri di Kabupaten Semarang Masih Kosong

Total 128 jabatan kepala sekolah dasar (SD) negeri di Kabupaten Semarang yang masih kosong akan segera terisi sebelum pengujung tahun 2019.

Penulis: amanda rizqyana | Editor: suharno
GOOGLE
Ilustrasi pendidikan 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Total 128 jabatan kepala sekolah dasar (SD) negeri di Kabupaten Semarang yang masih kosong akan segera terisi sebelum pengujung tahun 2019.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugraha sebagai upaya dari komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang dalam rangka menjamin mutu pelayanan pendidikan dasar.

Ia pun berharap pengisian jabatan kepala SD negeri yang kosong dapat meningkatkan mutu pembangunan pendidikan dasar yang lebih baik agar anak-anak dapat belajar dan menuntu ilmu lebih baik lagi.

"Saya berharap pengisian jabatan kepala SD negeri yang kosong dapat meningkatkan mutu pembangunan pendidikan dasar yang lebih baik agar anak-anak dapat belajar dan menuntu ilmu lebih baik lag," ungkap Ngesti saat acara Halal Bihalal Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olah Raga (Disdikbudpora) di Gelanggang Olah Raga Pandanaran, Wujil, Bergas, beberapa waktu lalu.

4 Guru Kabupaten Semarang Wakili Jateng di Lomba Guru dan Tenaga Kependidikan Nasional

Didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbudpora Sukaton Purtomo, Ngesti juga menjelaskan berbagai program peningkatan mutu pelayanan pendidikan dasar dan menengah.

Di antara program tersebut terdapat rencana pemberian insentif bagi guru swasta yang akan diusulkan ke legislatif untuk mendapatkan persetujuan.

"Sebelumnya, insentif untuk guru tidak tetap di SD dan SMP Negeri telah disetarakan dengan UMK Kabupaten Semarang," ungkap dia.

Ngesti berharap perhatian Pemkab Semarang terhadap kesejahteraan para pendidik itu dapat meningkatkan dedikasi dan loyalitas mereka untuk memberikan pelayanan pendidikan yang bermutu.

Kepala Disdikbudpora melalui Sekretaris Disdikbudpora, Taufiqur Rahman membenarkan pihaknya telah mengajukan anggaran seleksi kepala SD negeri di APBD Perubahan 2019.

Hasil seleksi itu akan digunakan untuk mengisi jabatan kepala SD negeri yang masih kosong.

“Jadi harapan kami di akhir tahun ini (jabatan kepala SD negeri yang kosong) sudah bisa diisi,” tegas dia.

Dijelaskan oleh Taufiq kekosongan jabatan kepala SD Negeri itu hampir merata di 19 kecamatan, di antaranya di Ambarawa, Susukan, Ungaran, dan Kaliwungu.

Hal itu terjadi karena ada pejabat yang pensiun dan meninggal dunia.

Menurut Taufiq, kepala SD merupakan seorang manajer sekolah yang mengelola semua sumber daya sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan sehingga pejabat itu mutlak harus ada dan diisi oleh personel yang mumpuni dan memenuhi persyaratan. (arh)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved