Breaking News:

Bambang Widjojanto Ungkap Kekagetannya Dengar Kesaksian Anas, Keponakan Mahfud MD: Ngeri Coy

Anas mengatakan, dalam pelatihan itu, Moeldoko sebagai salah satu pemateri sempat menyebut mengenai istilah 'kecurangan bagian dari demokrasi'

Tribunnews/Jeprima
Ketua Tim Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN), Bambang Widjojanto memberikan pemaparan bukti kecurangan Pilpres 2019 pada sidang perdana sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Jumat (14/6/2019). Sidang perdana Perselisihan Hasil Pemilihan Umum atau Sengketa Pilpres mengagendakan pemeriksaan pendahuluan kelengkapan dan kejelasan pemohon dari tim hukum BPN. 

"Itu dikemukakan oleh Anas ( Hairul Anas ) di dalam persidangan ini resmi. Saya enggak ngerti yang gini-ginian, tapi kalau itu bener-bener bagian dari strategi pemenangan dengan cara-cara kaya begitu, ini bukan kecurangan lagi. (Kalau sudah seperti itu) kita sengaja mendorong bangsa ini pada titik yang menurut saya bisa menuju tubir curang, apa iya ini dilegitimasi," ujarnya.

"Kesaksian Anas ini dahsyat, semakin dini hari semakin dahysat," lanjut Bambang Widjojanto.

Tak hanya itu, BW juga menanggapi kesaksian lainnya.

"Ada lagi pernyataannya soal: 'diperlukan dukungan kepada kepala-kepala daerah yang pro 01 dan ingin menguasai seluruh struktur sampai di level terkecil seperti KPPS'. Itu dikemukakan di persidangan."

"Kalau pernyataan itu benar dan Anas sudah disumpah, saya terus terang, ngeri, miris, dan... jadi mata saya melotot lagi, padahal tadinya udah mulai ngantuk-ngantuk," kata Bambang Widjojanto.

Kendati demikian, BW sempat memberikan pesan agar hati-hati menanggapi situasi seperti itu.

Menurutnya, ada pembelajaran yang luar biasa yang harusnya bisa ditarik dari kesaksian tersebut.

"(Kalau benar kejadian), jangan ulangi lagi, jangan lakukan hal-hal yang tidak begitu penting untuk membangun bangsa ini," katanya. (*)

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Bambang Widjojanto Ngeri Dengar Kesaksian Anas, Kesaksian Itu Disebut Dahsyat, 'Saya Melotot Lagi'

Editor: muslimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved