Fakta Terbaru Kerusuhan 22 Mei: Polisi Ungkap Proyektil dari Korban Tewas Abdul Azis dan Harun

Polisi sudah mengantongi tipe proyektil yang bersarang di tubuh para korban. Sebanyak dua proyektil ditemukan dari korban tewas, Abdul Azis dan Harun

Fakta Terbaru Kerusuhan 22 Mei: Polisi Ungkap Proyektil dari Korban Tewas Abdul Azis dan Harun
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Aparat kepolisian melakukan pengamanan di Markas Komando (Mako) Brimob pasca bentrok antara petugas dengan tahanan di Depok, Jawa Barat, Kamis (10/5/2018). Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan negosiasi dengan para tahanan pasca insiden kerusuhan yang menewaskan 5 anggota kepolisian dan 1 tahanan. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Investigasi yang dilakukan polisi mengenai penyebab korban tewas saat kerusuhan 21-22 Mei 2019 di Jakarta maju satu langkah.

Polisi sudah mengantongi tipe proyektil yang bersarang di tubuh para korban. Sebanyak dua proyektil ditemukan dari korban tewas, Abdul Azis dan Harun Al Rasyd.

Sementara, sebuah proyektil lainnya diamankan polisi dari korban selamat dengan nama Zulkifli. Ia tertembak di bagian paha.

Kini, Zulkifli sudah pulang ke rumah dan menjalani rawat jalan. Secara keseluruhan, terdapat 9 korban tewas dari peristiwa tersebut.

Berikut fakta-fakta perihal temuan terbaru polisi mengenai proyektil tersebut:

1. Berkaliber 5,56 milimeter dan 9 milimeter Polisi mengungkapkan bahwa proyektil yang ditemukan dari korban kerusuhan 21-22 Mei 2019 di Jakarta terdiri dari kaliber 5,56 milimeter dan 9 milimeter.

"Dari hasil laboratorium forensik 3 proyektil yang didapat di tubuh dugaan adalah pelaku perusuh, itu kaliber 5,56 milimeter, dan kaliber 9 milimeter," ungkap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (19/6/2019).

2. Kondisi proyektil 9 milimeter rusak Dedi menambahkan, kondisi proyektil dengan kaliber 9 milimeter ditemukan dalam kondisi pecah. Hal itu sedikit menghambat uji alur senjata yang dilakukan aparat.

"Namun demikian yang kaliber 9 milimeter itu tingkat kerusakan proyektilnya cukup parah karena pecah sehingga untuk uji alur senjata itu ada sedikit kendala," katanya.

3. Masih dalami jenis senjata dan penggunanya Polisi masih mendalami pengguna dan jenis senjata yang digunakan untuk melepas peluru berkaliber 5,56 milimeter dan 9 milimeter saat kerusuhan.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved