Breaking News:

FORUM MAHASISWA Mohammad Iqbal Shukri : Perlunya Edukasi Kelola Sampah Sejak SD

Sampah menjadi problem yang dari tahun ke tahun, jumlahnya selalu meningkat. Hal ini dipengaruhi minimnya kesadaran masyarakat akan pentingnya mengola

Editor: Catur waskito Edy
Tribunjateng
Mohammad Iqbal Shukri 

Oleh : Mohammad Iqbal Shukri

Mahasiswa Jurusan Perbankan Syariah UIN Walisongo Semarang

Aktiv di Surat Kabar Mahasiswa (SKM) Amanat

TRIBUNJATENG.COM -- Sampah menjadi problem yang dari tahun ke tahun, jumlahnya selalu meningkat. Hal ini dipengaruhi minimnya kesadaran masyarakat akan pentingnya mengolah sampah. Meskipun pemerintah sudah membuat beberapa kebijakan tentang larangan membuang sampah sembarangan, hasil upaya tersebut akan nihil jika dalam penerapannya, masyarakat masih melanggar aturan tersebut.

Kita semua pastinya sudah mafhum, dampak yang dihasilkan dari kebiasaan membuang sampah sembarangan begitu besar. Di antaranya, sungai dan laut yang tercemar sampah sehingga mengancam ekosistem hewan laut. Juga, tersumbatnya aliran sungai akibat penumpukan sampah di bantaran sungai yang padat penduduk hingga akhirnya air sungai meluap dan terjadilah banjir. 

Dari kejadian-kejadian tersebut, yang dirugikan siapa? Dampak negatif itu terjadi karena ulah siapa? Tepat, jawabannya masyarakat itu sendiri. Jadi, sudah seharusnya, masyarakat menyadari pentingnya perhatian terhadap sampah ini. Dari masyarakat dan untuk masyarakat.

Banjir yang terjadi di kota-kota besar padat penduduk, semisal Jakarta, sudah menjadi agenda tahunan. Warga , manakala musim penghujan tiba, harus bersiap kemungkinan terjadinya banjir. Tak hanya barang pribadi yang lenyap atau rusak tetapi juga kesehatan mereka terancam.

Karena itu, dalam upaya mengentaskan problem sampah ini, harus ada dukungan dari masyarakat dan partisipasi semua elemen, terutama pemerintah dari pusat hingga tingkat RT. Semua harus saling menyokong dan dan bekerja sama mencari solusi atas peningkatan jumlah sampah.

Menurut jenisnya, sampah dibedakan menjadi sampah organik (mudah terurai) dan sampah anorganik (sulit terurai). Contoh sampah organik yaitu sisa makanan, dedaunan kering, sayuran, dan buah-buahan. Sedangkan sampah anorganik, semisal plastik, kaca, dan kaleng.

Indonesia menjadi negara urutan nomor dua penyumbang sampah plastik dunia. Berdasarkan data yang dihimpun dari Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018, sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved