Puskesmas Jati Target Satu Rumah Satu Juru Pantau Jentik, Masuk Kategori Wilayah Endemik di Kudus

Kepala Puskesmas Jati, Amad Mochammad mengatakan, sejak awal 2019 sampai saat ini sudah terdapat 65 kasus DBD di wilayahnya.

Puskesmas Jati Target Satu Rumah Satu Juru Pantau Jentik, Masuk Kategori Wilayah Endemik di Kudus
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Sosialisasi gerakan bebas jentik di Balai Desa Pasuruhan Lor Kecamatan Jati Kabupaten Kudus, Kamis (20/6/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Puskesmas Jati gencar menggelorakan program gerakan bebas jentik atau disingkat Gerbastik.

Hal itu untuk menekan angka kasus demam berdarah dengue (DBD).

Kepala Puskesmas Jati, Amad Mochammad mengatakan, sejak awal 2019 sampai saat ini sudah terdapat 65 kasus DBD di wilayahnya.

Dengan adanya program Gerbastik, dinilai dapat menurunkan angka kasus DBD.

Meski saat ini memasuki musim kemarau, pihaknya tidak patah arang dalam menggelorakan Gerbastik.

Pasalnya, target dalam program ini setiap rumah terdapat satu juru pemantau jentik.

“Dengan melakukan terborosan Gerbastik. Kegiatan ini akan terus dilakukan untuk menekan DBD,” katanya, Kamis (20/6/2019).

Menurutnya, melalui program satu rumah satu juru pemantau jentik ini efektif dalam mencegah terjadinya kasus DBD.

Apalagi, menurutnya di Kecamatan Jati merupakan wilayah endemik.

Program ini, katanya, melibatkan peran aktif masyarakat.

Halaman
12
Penulis: Rifqi Gozali
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved