Razia PGOT di Kota Tegal, Budi: Gelandangan Didominasi Warga Luar Daerah

Sebanyak 27 pengemis, gelandangan, dan orang terlantar di Kota Tegal, diangkut oleh Dinas Sosial (Dinsos) dan Satpol PP ke Kantor Dinsos, Kamis

Razia PGOT di Kota Tegal, Budi: Gelandangan Didominasi Warga Luar Daerah
TRIBUN JATENG/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Satpol PP memberi pembinaan anak punk di area terminal agar mencopot tindik yag dikenakan. 

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Sebanyak 27 pengemis, gelandangan, dan orang terlantar di Kota Tegal, diangkut oleh Dinas Sosial (Dinsos) dan Satpol PP ke Kantor Dinsos, Kamis (20/6/2019).

Dinsos mengajak Satpol PP merazia dibeberapa wilayah Kota Tegal, seperti terminal, alun-alun, stasiun, taman, dan sepanjang Jalan Pantura.

Selain itu, beberapa anak punk juga ikut ditertibkan dan diberi binaan.

Kasi Rehabilitasi Sosial Dinsos Budi Santosa mengatakan, razia penanganan pengemis, gelandangan dan orang terlantar (PGOT) akan selalu digiatkan.

Ia mengakui, memang para pengemis di Kota Tegal, banyak wajah-wajah lama yang kemudian tertangkap razia lagi.

Budi juga menampik, razia yang dilakukan Dinsos tidak membuahkan hasil. Sebab, lagi-lagi wajah pengemis yang sama yang terjaring.

"Sekian persen memang wajah yang sama, tapi ada juga yang baru. Razia ini berulang kali, agar Kota Tegal ini tertib dan bersih dari gelandangan," katanya.

Menurut Budi, hal yang menjadi catatan Dinsos bahwa para pengemis dan gelandangan di Kota Tegal rata-rata dari luar daerah.

Ia mengatakan, dari 27 orang yang dibawa, kebanyakan berasal dari luar Kota Tegal. Ada yang dari Kabupaten Tegal, Purwokerto, Pekalongan dan sebagainya.

Selanjutnya, 27 orang tersebut sementara ditampung di rumah singgah.

Bagi yang berasal dari luar daerah, maka akan akan dikembalikan ke daerahnya.

Untuk yang berasal dari Kota Tegal sendiri, akan mendapat binaan di rumah singgah.

Dari Dinsos menunggu pihak keluarganya untuk membawanya pulang.

"Misal tidak ada yang menjemput, bisa juga kami rujuk ke panti lain. Kemarin pun ada yang kami kirim ke panti di Pemalang, Semarang dan Brebes," (fba)

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved