Sejak Awal 2019, Polres Kudus Sudah Tangani 13 Kasus Narkoba

Satuan Reserse Narkoba Polres Kudus sejak awal 2019 sudah menangani 13 kasus narkoba dan pelanggaran Undang-undang Kesehatan.

Sejak Awal 2019, Polres Kudus Sudah Tangani 13 Kasus Narkoba
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Kapolres Kudus AKBP Saptono menginterogasi tersangka kasus narkoba dan penyalahgunaan obat, Kamis (20/6/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Kudus sejak awal 2019 sudah menangani 13 kasus narkoba dan pelanggaran Undang-undang Kesehatan.

Dari seluruh kasus tersebut telah ditangkap 15 tersangka.

 “Dari semua tersangka yang kami tangkap memang kebanyakan pemakai dan pengedar. Belum ada di wilayah hukum kami mereka yang sindikat,” kata Kapolres Kudus AKBP Saptono dalam gelar perkara di Mapolres Kudus Desa Klaling, Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus, Kamis (20/6/2019).

Pemkab Kudus Stop Operasional Perahu Wisata Bendungan Logung, Tamzil: Untuk Sementara Waktu

Saptono melanjutkan, 10 di antara pelaku yang telah diringkus merupakan tersangka yang terjerat kasus narkoba.

Sedangkan 5 tersangka lainnya ditangkap karena terjerat pelanggaran Undang-undang tentang Kesehatan.

Beberapa barang bukti yang turut diamankan di antaranya beberapa sabu yang dikemas dalam plastik klip bening antara 0,3 gram sampai 0,5 gram.

Sementara barang bukti lain yang turut diamankan yaitu pil inex dan pil kuning yang jumlahnya mencapai ratusan butir.

Adapun nama-nama tersangka yang ditangkap karena melanggar Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yaitu Iik Suwardi (41), Lukito (38), Slamet Suyanto (39), Daryanto (50), Mutofiah (29), Dwi Wahyu (27), Andrian Nugorho (20), Markus Yulianto (29), Kashadiyanto (39), dan Lian Setiawan.

Sementara tersangka yang melanggar Undang-undang Nomor 36 tentang Kesehatan yaitu Bagus Budianto (23), Ahmad Susanto (24), Muhammad Alif (18), Nor Khambali (21), dan Mustaqim (26).

“Pemakai diancam penjara maksimal 12 tahun dan pengedar diancam penjara 15 tahun,” kata Kasatresnarkoba Polres Kudus, AKP Sukadi.

Menurut Sukadi, beberapa wilayah di Kabupaten Kudus yang rawan terhadap peredaran nakoba dan obat terlarang yaitu di Kecamatan Kaliwungu, Jati, Dawe, dan Kecamatan Kota Kudus.

“Daerah-daerah itu kuantitas penindakannya paling sering dibanding kecamatan lainnya,” jelasnya.

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved