Breaking News:

Terkait Video Pria Ngamuk, Disdag Kota Semarang: Belum Ada Laporan Pelanggaran Aturan Minimarket

Dinas Perdagangan Kota Semarang belum menerima adanya laporan pelanggaran pembangunan minimarket di kawasan Sekaran, Gunungpati.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: abduh imanulhaq
IST
Video pria mengamuk di Indomaret Sekaran Gunungpati Kota Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Perdagangan Kota Semarang belum menerima adanya laporan pelanggaran pembangunan minimarket di kawasan Sekaran, Gunungpati.

Plt Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Nurkholis menyampaikan, sejauh ini tidak ada persoalan atas berdirinya minimarket tersebut.

Dia menegaskan sejauh memiliki izin, minimarket tersebut dapat beroperasi sesuai peruntukannya.

"Sampai saat ini kami belum ada laporan pedagang belum taat aturan di kawasan Sekaran.

Tentu kalau perizinannya sudah keluar, berarti sudah memenuhi unsur-unsur normatif maupun unsur-unsur aturan lainnya," kata Nurkholis kepada Tribunjateng.com, Kamis (20/5/2019).

Ia menyebutkan, aturan pembangunan antara pasar modern dan pasar tradisional adalah berjarak 500 meter.

Jarak tersebut tidak ada persoalan jika kedua pasar berada di kawasan perdagangan dan permukiman.

"Pengaturan toko modern itu yang diatur jarak dengan pasar tradisional.

Kalau itu sepanjang tata jualan sebagai kawasan perdagangan atau kawasan permukiman, menurut kami tidak ada persoalan," imbuhnya.

Persoalan keberadaan minimarket di Sekaran ini mencuat dari viralnya video pria berseragam Pemuda Pancasila yang mengamuk di toko milik Indomaret.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved