TGPF Belum Temukan Pelaku Penyiram Air Keras Novel Baswedan, Yati: 800 Hari Belum Ada Hasil

Tim Gabungan Pencari Fakta atau TGPF bentukan Polri untuk kasus kekerasan terhadap Novel Baswedan belum berhasil menemukan pelaku penyiram air keras.

TGPF Belum Temukan Pelaku Penyiram Air Keras Novel Baswedan, Yati: 800 Hari Belum Ada Hasil
TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Penyidik KPK Novel Baswedan ditemani keluarga dan tim advokasi saat memenuhi panggilan dari Tim Pemantauan Komisi Nasional Hak Azazi Manusia (KOMNAS HAM) atas kasus dirinya di Gedung Komnas Ham, Jakarta Pusat, Selasa (13/3/2018). Novel Baswedan beserta kuasa hukumnya mendesak agar Presiden tetap membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) terkait peristiwa penyiraman air keras kepada dirinya. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan, hingga saat ini Tim Gabungan Pencari Fakta atau TGPF bentukan Polri untuk kasus kekerasan terhadap Novel Baswedan belum berhasil menemukan pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK itu.

KPK juga menyayangkan tidak ada hal baru dari penyidik dalam pemeriksaan Novel.

Seperti diketahui, pada hari ini, Kamis (20/6/2019) Novel menjalani pemeriksaan yang dilakukan penyidik di KPK.

Hal itu merupakan pemeriksaan kedua setelah sebelumnya Novel diperiksa di Singapura.

"Pelaku belum tertangkap. Hasil pemeriksaan tidak bisa diprediksi apakah bisa ditangkap atau tidak karena yang terjadi adalah pengulangan. Tidak ada hal baru," kata Ketua Wadah Pegawai KPK, Yudi Purnomo, di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis, (20/6/2019).

Salah satu anggota tim hukum Novel, Yati Andriyani menambahkan, pihaknya menyayangkan kinerja TGPF yang belum memperlihatkan hasil penyelidikan hingga 800 hari pasca kejadian kekerasan.

"Kami tidak melihat ada perkembangan siginifikan dari TGPF. Dari pemeriksaan tadi tidak ada keterangan yang menunjukkan kemajuan dalam proses pengungkapan kasus ini," kata Koordinator KontraS tersebut.

Yati menambahkan, saat mendampingi pemeriksaan Novel, ia menyayangkan tidak ada perkembangan pertanyaan penyidik yang mengarah ke fakta-fakta peristiwa.

Pertanyaan yang dilontarkan penyidik pun bersifat pengulangan.

"Padahal kami berharap dalam proses pemeriksaan ini sudah ada indikasi siapa sebetulnya aktor pelaku ini," tutur Yati.

Halaman
12
Editor: deni setiawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved