Ubah Persepsi Masyarakat, Bupati Wihaji Meminta Sistem Zonasi PPDB Tak Dipermasalahkan

Dalam sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB), Kabupaten Batang menggunakan jalur zonasi.

Ubah Persepsi Masyarakat, Bupati Wihaji Meminta Sistem Zonasi PPDB Tak Dipermasalahkan
Tribunjateng.com/Dina Indriani
Bupati Wihaji saat menghadiri Halal Bihalal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kamis (20/6/2019). 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Dalam sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB), Kabupaten Batang menggunakan jalur zonasi.

Hal tersebut sesuai dengan aturan Pemerintah pusat yang termaktub dalam Permendikbud No.51/2018 tentang penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2019/2020.

Menurut Bupati Wihaji, sistem zonasi dilakukan tak lain untuk pemerataan kualitas mutu pendidikan.

Sehingga, ia meminta masyarakat tidak mempermasalahkan sistem zonasi dalam PPDB.

"Masalah sistem zonasi dalam penerimaan anak didik baru, untuk tidak dipermaslahkan, karena sudah menjadi keputusan pemerintah dengan alasan pemerataan kualitas mutu pendidikan," tutur Bupati Wihaji usai menghadiri Halal Bihalal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kamis (20/6/2019).

Dijelaskannya, memang sistem zonasi saat in belum bisa kelihatan hasilnya.

Namun, menurutnya dalam tiga tahun ke depan akan kelihatan kulitas pemerataan pendidikan sehingga harus dibangun persepsi masyarakat untuk memahaminya.

"Persepsi ini belum bisa diterima oleh masyarakat, karena biasanya menganggap sekolah tertentu favorit dengan nilai paling tinggi bisa diterima, tapi kini bisa tidak diterima karena zonasinya sudah penuh," ujarnya

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang Achmad Thaufiq mengatakan penerapan sistem zonasi mengharuskan calon peserta didik untuk menempuh pendidikan di sekolah yang memiliki radius terdekat dari domisilinya masing-masing.

"Peserta didik bisa memiliki opsi maksimal tiga sekolah, dengan catatan sekolah tersebut masih memiliki slot siswa dan berada dalam wilayah zonasi siswa tersebut, yang diatur berdasarkan Permendikbud nomor 51/2018 diatur PPDB melalui zonasi," jelasnya.

Disampaikan juga bahwa seleksi calon peserta didik baru dilakukan dengan memprioritaskan jarak tempat tinggal terdekat ke sekolah dalam zonasi yang ditetapkan.

Jarak tempat tinggal terdekat dimaksud adalah dihitung berdasarkan jarak tempuh dari Kantor Desa/Kelurahan menuju ke sekolah.

"Jika jarak tempat tinggal sama, maka yang diprioritaskan adalah calon peserta didik yang mendaftar lebih awal, dan berlaku di semua tingkatan sekolah baik SD, SMP dan SMA," pungkasnya. (din)

Penulis: dina indriani
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved