UPK BPDAPM Kabupaten Batang Salurkan Dana Sosial Rp 596 juta

Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Badan Pengelola Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat (BPDAPM) Kabupaten Batang

UPK BPDAPM Kabupaten Batang Salurkan Dana Sosial Rp 596 juta
TRIBUN JATENG/DINA INDRIANI
Wabup Suyono menyerahkan secara sombolis bantuan dari UPK BPDAM kepada warga penerima bantuan, di Kantor UPK Kecamatan Reban, Kamis (20/6/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Badan Pengelola Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat (BPDAPM) Kabupaten Batang menyalurkan Dana Sosial RTM Surplus tahun 2019 sebesar Rp 596 Juta di Kantor UPK Kecamatan Reban, Kamis (20/6/2019).

Ketua Asosiasi BPDAPM Kabupaten Batang Supari mengatakan, jumlah total keseluruhan Dana Sosial yang disalurkan tersebut diwujudkan dalam bentuk paket sembako, rehab RTLH dan bantuan untuk perlengkapan masjid.

"UPK yang sekarang merupakan UPK lanjutan sejak tahun 1999, selama 20 tahun UPK tetap eksis, melayani sepenuh hati dalam membantu mensejahterakan masyarakat kelas bawah," terangnya.

Dijelaskannya, UPK ini meneruskan program PNPM Mandiri Perdesaan dengan pinjaman bagi keluarga rentan miskin yang bisa digunakan untuk usaha dengan bermodalkan kepercayaan pada masyarakat.

"Alhamdulilah dengan total modal awal dari Pemerintah Daerah sebesar Rp 21 Miliar lebih, di tahun 2019 ini UPK mampu mengembangkan hingga Rp 55 Miliar lebih," jelasnya.

Wakil Bupati Suyono yang ikut menyerahkan bantuan menyampaikan, program- program UPK sangat membantu bagi masyarakat serta dapat menurunkan angka kemiskinan melalui usaha yang dijalankan setiap warga atau masing- masing kelompok.

Menurutnya, lewat kegiatan ini juga dapat belajar untuk saling berbagai kepada yang membutuhkan, seperti apa yang telah menjadi kewajiban, yakni menyisihkan 2,5 persen dari harta untuk orang kurang beruntung.

"Saya selaku Wakil Kepala Daerah mengucapkan terima kasih dan selamat kepada anggota UPK telah membantu menghidupkan perekonomian mikro serta tetap eksis tidak termakan usia hingga sekarang," ujar Suyono.

Dikatakannya bahwa sebagai lembaga keuangan, para anggotanya harus selalu menanamkan prinsip transparan, akuntabel, integritas serta konsisten.

Sehingga nantinya tidak ada lembaga keuangan yang merugi jika menerapkan hal-hal tersebut, karena 4 hal tersebut mampu menghindarkan lembaga keuangan mengalami kerugian.

"Kalau memang UPK ingin maju dan berkembang, jangan sungkan-sungkan untuk menimba ilmu dari lembaga keuangan yang lebih besar," Pungkasnya.(din)

Penulis: dina indriani
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved