Viral Sukemi Tukang Parkir Modis di Salatiga, Ini Alasannya Selalu Tampil Rapi dan Necis

Baginya meski berprofesi sebagai tukang parkir berpenampilan rapi agar terlihat menyenangkan pengunjung adalah keharusan

Viral Sukemi Tukang Parkir Modis di Salatiga, Ini Alasannya Selalu Tampil Rapi dan Necis
Tribunjateng.com/M Nafiul Haris
Sukemi (62) warga Candirejo Kabupaten Semarang yang berprofesi tukang parkir di Jalan Pattimura, Kota Salatiga, Kamis (20/6/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Sukemi (62) warga RT 03/RW 03 Kelurahan Candirejo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang mendadak menjadi perhatian setelah fotonya dengan busana rapi dan trendy diunggah seseorang ke media sosial Facebook.

Ia tidak lain adalah tukang parkir pada Toko Kain dan Perlengkapan Menjahit "Nugroho" yang terletak di Jalan Pattimura No.18 Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Jawa Tengah.

Baginya meski berprofesi sebagai tukang parkir berpenampilan rapi agar terlihat menyenangkan pengunjung adalah keharusan. Terlebih mengenakan pakaian necis atau bagus adalah pesan mendiang kedua orangtuanya.

"Saya sudah berpakaian begini selama hampir 35 tahun sejak menjadi tukang parkir di Toko Nugroho. Saya tidak berpindah-pindah, setiap pagi dari pukul 09.00-16.00 WIB ada disini," terangnya kepada Tribunjateng.com, Kamis (20/6/2019)

Mbah Kemi begitu ia biasa disapa mengaku menjadi juru parkir sejak berusia 24 tahun. Dia mengaku senang berpenampilan rapi, apalagi toko yang dijaganya menjual kain dan pakaian.

Ia menambahkan setiap harinya selalu berpakaian necis mengenakan baju lengan panjang serta bercelana jeans dan berkacamata. Anehnya dia tak pernah memasang tarif parkir kepada setiap pengunjung yang datang.

"Sehari parkir penghasilan tidak pasti kadang sehari dapat Rp 50-60 ribu atau berkurang dari itu biasa. Saya terima seikhlasnya pemberian warga tidak memberi tidak apa," katanya

Meskipun begitu dia tetap harus menyerahkan uang setoran kepada Dishub Salatiga sebesar Rp 30 ribu perharinya. Seusai menjual jasa sebagai tukang parkir Mbah Kemi hanya beristirahat di rumah.

Dia bercerita pungutan yang diserahkan kepada Dishub Kota Salatiga sebagaimana diketahui untuk keperluan pembangunan jalan.

Berprofesi sebagai tukang parkir tentu hasil kerja yang tidak pasti itu dirinya mengaku tetap menjalaninya dengan senang hati dan gembira.

"Saya nikmati dan syukuri saja memakai pakaian rapi atau bagus kan bukan permintaan bos saya. Tetapi karena amanat orangtua," ujarnya

Mbah Kemi menuturkan pada hari khusus seperti Jumat penampilannya pun disesuaikan selain mengenakan kemeja, celana jeans seperti hari biasa dia memakai pecis.

Hanya saja dibalik pembawaannya yang selalu riang dan ramah kepada siapapun tersebut mengisahkan cerita pilu. Dengan keterbatasan serta tidak memasang tarif setiap hari dia harus mengeluarkan kocek minimal Rp 6 ribu untuk berangkat dan pulang kerja.

"Saya tidak punya sepeda motor, sudah dijual. Jadi kalau berangkat dari rumah naik angkutan sekali jalan Rp 3 ribu. Jadi kalau pulang pergi habis Rp 6 ribu terminal, lalu jalan kaki sampai rumah," jelasnya. (ris)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved