Walikota Hendi Tegaskan Penutupan Sunan Kuning SK Semarang Sudah Final : Cari Pekerjaan Lain

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, pentutupan lokalisasi di Kota Semarang dirasa sudah menuai final atau tahap akhir.

Walikota Hendi Tegaskan Penutupan Sunan Kuning SK Semarang Sudah Final : Cari Pekerjaan Lain
Ist
Walikota Semarang Hendrar Prihadi 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Penutupan lokalisasi di Kota Semarang menimbulkan pro dan kontra di kalangan para wanita pekerja seks (PSK), warga setempat, dan masyarakat umum.

Namun, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melakukan hal ini sesuai instruksi Pemerintah Pusat.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, pentutupan lokalisasi di Kota Semarang dirasa sudah menuai final atau tahap akhir.

Menurutnya, saat ini adalah momen yang tepat untuk mengentaskan para WPS setelah mendapatkan berbagai keterampilan dari Dinas Sosial (Dinsos) Kota Semarang sejak beberapa tahun lalu. Tidak hanya itu, Pemerintah pun bakal memberikan jaminan hidup sebagai modal usaha sebesar Rp 5 juta.

"Saya rasa keputusan sudah hampir final. Kami sudah koordinasi 15 Agustus (2019) batas waktu maksimal lokalisasi tutup untuk yang berada di Sunan Kuning," ucap Hendi, sapaan Wali Kota Semarang, Kamis (20/6/2019).

Selain instruksi dari Pemerintah Pusat, lanjut Hendi, penutupan lokalisasi ini juga dimaksudkan agar orang tidak mencari nafkah dan menghidupi keluarga dari pekerjaan yang tidak sesuai dengan kaidah agama dan norma sosial.

"Cari pekerjaan yang lain, saya rasa peluang sangat banyak sepanjang mereka mau tekun dan bekerja keras," katanya.

Dia pun mengajak seluruh lapisan masyarakat agar dapat mengentaskan persoalan prostitusi mulai dari menyadari bahaya kesehatan yang didapatkan adanya prostitusi.

"Ada supply dan demand, sepanjang kita bareng-bareng mengangkat persoalan ini dan bahaya terkait hubungan pekerja seks saya rasa tidak ada yang mau. Kalau tidak ada trsnsaski lama-lama kan tidak akan bekerja sebagai WPS," papar Hendi.

Selain Sunan Kuning yang merupakan lokalisasi terbesar di Kota Semarang, Gambilangu juga menjadi sasaran penutupan oleh Pemkot Semarang.

Hendi menegaskan, hal ini perlu komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Kendal agar bersama-sama melakukan penutupan.

Adanya penutupan ini pun membuat beberapa pemilik usaha di tempat lokalisasi semisal karaoke yang khawatir tidak dapat meneruskan usahanya.

Terkait dengan hal tersebut, Hendi menandaskan, jika usaha tersebut jelas peruntukkannya untuk bisnis dan niaga, dia pun tidak mempermasalahkan jika warga mengajukan izin usaha.

"Peruntukannya seperti apa? Klo untuk kawasan bisnis dan niaga, mereka bisa dapat izin. Justru ini income buat pemerintah. Saya rasa semua bentuk investasi tidak ada masalah, kalau jelas usahanya, izin mendirikan bangunan (IMB) ada, kelengkapan lain ada, ya silakan urus izin," ujarnya. (eyf)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved