OJK Ajak Pemkot Tegal Tiru Program Pasar Bligo Kabupaten Pekalongan, Upaya Kurangi Rentenir

Informasi Badan Perkreditan Rakyat (BPR), tingginya peminjaman di rentenir disebabkan masyarakat menganggap proses peminjamannya mudah.

OJK Ajak Pemkot Tegal Tiru Program Pasar Bligo Kabupaten Pekalongan, Upaya Kurangi Rentenir
TRIBUN JATENG/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono (kedua dari kanan) hadiri undangan Halal Bihalal OJK Tegal, Jumat (21/6/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Tingkat rentenir di wilayah Karesidenan Pekalongan masih tinggi.

Masyarakat menganggap lebih praktis pinjam di rentenir.

Padahal risiko bunganya juga besar.

Hal itu diungkapkan Kepala OJK Tegal, Ludy Arlianto usai Halal Bihalal di Kantor OJK Tegal, Jumat (21/6/2019).

Ia mengatakan, informasi dari Badan Perkreditan Rakyat (BPR), tingginya peminjaman di rentenir disebabkan masyarakat menganggap proses peminjamannya mudah.

Menghubungi rentenir malam hari, esoknya uang pinjaman bisa dicairkan.

Masyarakat beranggapan pinjam di bank itu ribet, penuh syarat dan harus mengantre.

"Iya memang lebih cepat. Tapi bunganya tinggi. Kasihan masyarakat kecil. Sudah banting tulang, hasilnya akan habis hanya untuk bayar utang," katanya.

Menurutnya, di Kota Tegal pun tingkat peminjam di rentenir masih tinggi.

Dalam kesempatan itu Ludy mengajak Pemkot mencari solusi memerangi rentenir.

OJK pun ingin menyediakan peminjaman yang murah dan prosesnya cepat.

Ia mencontohkan satu program di Pasar Bligo Kabupaten Pekalongan.

Dari BPR di sana menyediakan kredit murah dan cepat bagi para pedagang.

Mereka pun membayar utang dengan mencicil tiap harinya.

"Kami ingin menerapkan di Kota Tegal juga. Kalau di pasar kan jelas untuk kepentingan usaha," ungkapnya. (Fajar Bahruddin Achmad)

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved