Tanggul Sungai Miduri Kabupaten Pekalongan Jebol, Kepala Dinas PUPR Minta Warga Bersabar

Kondisi tanggul Sungai Miduri Kabupaten Pekalongan memprihatikan, pasalnya sejumlah titik mengalami keretakan bahkan jebol.

Tanggul Sungai Miduri Kabupaten Pekalongan Jebol, Kepala Dinas PUPR Minta Warga Bersabar
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Tanggul Sungai Miduri Kabupaten Pekalongan rusak yang mengakibatkan air menggenangi akses jalan, dan pemukiman di Karangjompo Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan, Jumat (21/6/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Kondisi tanggul Sungai Miduri Kabupaten Pekalongan memprihatikan, pasalnya sejumlah titik mengalami keretakan bahkan jebol.

Kondisi itu membuat air sungai menembus tanggul saat air pasang datang.

Alhasil air menggenangi pemukiman penduduk di Karangjompo Kecamtan Tirto Kabupaten Pekalongan.

Diketahui tanggul tersebut melintang kurang lebih 7 kilometer menuju laut.

Walaupun sudah dilakukan perbaikan oleh pemerintah kurang lebih sepekan terakhir, namun air masih saja mengalir dan menggenangi pemukiman.

Warga setempat pun meminta pemerintah mengebut pengerjaan perbaikan, agar air dari Sungai Miduri tak menghantui masyarakat.

“Lima tahun terakhir rumah saya di genangi air setinggi pinggang, air yang masuk ya dari luapan Sungai Miduri,” kata Wajib (54) satu di antar warga Karangjompo saat ditemui Tribunjateng.com, Jumat (21/6/2019).

Tingginya air yang merendam pemukiman membuatnya memindah lokasi tempat berdagang bakso, yang dulunya di depan rumah.

“Terakhir sudah lima truk tanah urukan saya beli untuk menguruk rumah dan tempat berdagang, namun tetap saja air meninggi,” ujarnya.

Kini Wajib berdagang bakso di pinggir tanggul sepanjang Sungai Miduri, untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

“Terpaksa saya memilih berdagang di pinggir tanggul, saya tau ini salah bahkan saya sering beradu mulut dengan petugas karena lokasi berdagang saya.

Saya pindah karena terpaksa, kalau tidak berdagang bagaimana mencukupi kebutuhan keluarga,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Wahyu Kuncoro, saat dihubungi Tribunjateng.com, menuturkan, masih melakukan koordinasi bersama dinas terkait untuk percepatan perbaikan tanggul.

“Kami sedang koordinasikan dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pamali-Juwana terkait perbaikan tanggul, masyarakat dimohon sedikit bersabar,” tambahnya. (bud)

Penulis: budi susanto
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved