Warga Usul Kota Lama Semarang Steril dari Kendaraan Bermotor, Ini Jawaban dan Rencana Hendi 

“Selain jalan kaki, misalnya ditambah pakai becak, sepeda atau banyak delman sepertinya semakin asyik,” sambungnya

Warga Usul Kota Lama Semarang Steril dari Kendaraan Bermotor, Ini Jawaban dan Rencana Hendi 
Tribunjateng.com/Hermawan Handaka
Sejumlah wisatawan sedang menikmati bangunan di kawasan Kota Lama Semarang. (Tribun Jateng/ Hermawan Handaka) 

bsrffn: Mending kalo jum'at sampai minggu dibuat khusus pejalan kaki, arus lalu lintas sementara dipindahkan, di tempat parkir disediakan bapak" becak/ persewaan sepeda jd keliling kota lama pakai becak/sepeda/jalan kaki

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menemui pegiat wisata, kontraktor dan stakeholder Kota Lama Semarang.
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menemui pegiat wisata, kontraktor dan stakeholder Kota Lama Semarang. (Istimewa)

Menanggapi hal itu, Hendi mengungkapkan bahwa tentunya sudah menjadi rencananya untuk menjadikan kawasan itu steril dari kendaraan bermotor atau berkonsep city walk.

Namun, dirinya juga memikirkan sisi lain, salah satunya penyediaan kantong parkir yang memadai bagi para pengunjung yang akan datang.

“Tapi pasti kami akan persiapkan dahulu agar tidak muncul problem terutama bagi para pemilik gedung yang saat ini menjalankan aktivitas usaha seperti Sate Kambing 29, Spiegel, Ikan Bakar Cianjur dan lain-lain,” tegasnya, usai ditemui di Balai Kota Semarang, Kamis (20/6/2019) malam.

“Caranya gimana? Dengan menyiapkan kantong-kantong parkir dahulu.”

“Nah kami sedang dalam sebuah proses untuk menjajakan dengan beberapa pemilik lahan untuk bisa kami sewa atau mereka memiliki inisiatif membangun tempat parkir,” sambungnya.

Setelah kantong-kantong parkir siap, lanjutnya, pihaknya juga akan menyiapkan sejumlah alat transportasi ramah lingkungan atau berbasis elektrik yang berfungsi sebagai shuttle.

“Yang tidak ada polusi, misalnya kaya golf car, kami tempatkan di situ sehingga yang merasa kejauhan bisa naik itu, kaya shuttle gitu,” terangnya.

“Kalau itu semua sudah siap baru saya terapkan Kawasan Kota Lama sebagai kawasan yang bebas dari kendaraan bermotor,” imbuh Hendi.

Ia juga memperkirakan terwujudnya rencana itu secepat-cepatnya, dalam dua sampai tiga bulan ke depan dan selambat-lambatnya, pada awal 2020. (tribunjateng/rez)

Penulis: Reza Gustav Pradana
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved