Menteri Pariwisata Ingin Pengelolaan Kota Lama Semarang Tiru Paradores

Menteri Pariwisata (Menpar) Republik Indonesia, Arief Yahya kunjungi Kota Lama Semarang, Sabtu (22/6/2019).

Menteri Pariwisata Ingin Pengelolaan Kota Lama Semarang Tiru Paradores
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Sejumlah seniman lukis dari Arimbi Art Semarang sedang melakukan sket wajah Kawasan Kota Lama Semarang, Kamis (20/6). Kegiatan ini rutin mereka lakukan hampir setiap hari untuk menghidupkan gairah wisata kota lama. Untuk tarif lukis di jual mulai 50 ribu. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Menteri Pariwisata (Menpar) Republik Indonesia, Arief Yahya kunjungi Kota Lama Semarang, Sabtu (22/6/2019).

Dalam kunjungannya, Menpar Arief didampingi oleh Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, dan kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Sinung Rachmadi.

Arief mengatakan pengelolaan Kota Lama harus menggunakan standar dunia.

Pihaknya meminta agar tidak mencari-cari jalan untuk mengelolanya.

"Kita bisa mencontoh orang lain yang sudah sukses untuk mengelola semacam Kota Lama di dunia ini," tuturnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya Janjikan Pengunjung Kapal Pesiar Kunjungi Saloka Theme Park

Menpar meminta agar pemerintah kota (pemkot) dapat mencontoh salah satu perusahaan di Spanyol yakni Paradores.

Perusahaan tersebut telah berdiri 90 tahun lalu yang mengelola site heritage.

"Ada tiga hal yang didudkung Kemenpar yakni managemen kota lama, harus ada intergreted tourism masterplant, dan mendapatkan sertifikasi heritage dari Unesco," jelasnya.

Menurutnya sertifikasi Unesco tersebut bertujuan agar lebih mudah menjadi pemain kelas dunia.

Adanya sertifikasi akan lebih untuk menjual.

"Sehingga pembangunan dan pengembangan akan lebih mudah mengikuti standar dunia,"jelas dia.

Terkait bebas kendaraan di Kota lama, ia menyebut harus dilakukan studi.

Dari hasil diskusi disebutkan bahwa pusat pariwisata menginginkan pedistrian lebih lebar dari jalan raya.

"Usulan menjadi car free day (hari bebas kendaraan) harus dilakukan studi," pungkasnya. (rtp)

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved