Meriahnya Kontes Robot Indonesia 2019 di Udinus Semarang, Para Robot Main Bola hingga Tanam Padi
Tak jarang saat perlombaan, justru robot-robot itu tak mau bergerak. Beberapa robot diam saja, sehingga harus kembali diotak-atik oleh tim
Penulis: akbar hari mukti | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kontes robot Indonesia (KRI) 2019 berlangsung di Graha Padma Sport Center, Semarang, Sabtu (22/6/2019).
Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) menjadi tuan rumah kontes robot yang berlangsung hingga Minggu (23/6/2019).
Ruangan Hall B Graha Padma Sport Center Semarang dipenuhi ratusan mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia. Mereka bergerombol di tiap tiap sudut di dalam maupun luar ruangan.
Tiap-tiap dari mereka tampak fokus berunding. Ada juga yang memperbaiki robot yang akan digunakan bertanding.
Di dalam Hall B, ada total enam macam lintasan yang digunakan untuk pertandingan robot. Seperti diketahui ada enam kategori yang dipertandingkan di KRI 2019.
Di antaranya Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI), Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI), Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI), Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Humanoid dan Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) beroda, serta Kontes Robot Tematik Indonesia (KRTMI).
Tak jarang saat perlombaan, justru robot-robot itu tak mau bergerak. Beberapa robot diam saja, sehingga harus kembali diotak-atik oleh tim.
Namun, banyak robot yang berhasil melakukan sesuatu hal sesuai instruksi penciptanya. Para robot itu mampu menendang bola, menari, hingga menanam padi.
Seperti tim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Even Clarence dan empat rekannya yang tergabung dalam satu tim mengikuti lomba kategori KRSBI humanoid.
"Kami melakukan persiapan selama setahun. Kami meyakini robot kami bisa menang," ujar dia.
Persiapan yang dilakukan di antaranya bodi robot, motor robot, sensor, juga algoritma.
"Kami menyelaraskan algoritma itu dibantu oleh tim programming dan elektronik," paparnya.
Lain halnya Harit, mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM). Tim Harit berjumlah 15 orang.
"Kami ikut untuk juga bisa sharing ke teman-teman dari Universitas lain. Harapannya menjadi juara 1," katanya.
Adapun kontes yang berlangsung di Graha Padma Sport Center ini diikuti 121 tim dari 64 perguruan tinggi seluruh Indonesia.
Yudi Haryanto, Kasi Kreativitas Dirjen Belnawa Kemenristekdikti memaparkan peserta yang mengikuti KRI tingkat Nasional merupakan tim terbaik dari kontes robot tingkat regional. Regional dipecah menjadi 4 regional.
Di antaranya regional Sumatera, Jawa Barat-Kalimantan Barat-Sulawesi, Jawa Tengah-Kalimantan, dan Jatim-Bali-NTT-Maluku-Papua.
Kontes robot ini melibatkan 10 juri dan 21 wasit. Menurutnya, mereka bertugas agar pelaksanaan lomba lancar.
"Penilaian berdasar kemampuan melaksanakan tugas. Dan waktu sesedikit mungkin untuk melaksanakannya," imbuhnya.
Nantinya para juara dari tingkat nasional ini mewakili Indonesia dalam ajang berskala internasional.
Misal, juara KRAI menjadi wakil Indonesia pada ABU Robocon 2019 di Mongolia. Juara KRPAI menjadi wakil Indonesia pada Trinity College International Robot Contest 2020 di Hartford, Connecticut, Amerika Serikat.
Juara KRSBI Humanoid Tingkat Nasional 2019 akan menjadi wakil Indonesia pada ROBOCUP 2020.
"Sedangkan untuk Untuk KRSTI dan KRSBI Beroda belum diatur afiliasinya," jelas dia. (Ahm)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/suasan-pertandingan-robot-di-kri-2019-di-graha-padma-sport-center-sabtu-2262019.jpg)