Budi Takjub Saksikan Lukisan 'Bertahan dari Rob', Pameran Seni Unnes di Kota Lama Semarang

Puluhan lukisan dan instalasi tiga dimensi terpajang serta dipamerkan kepada khalayak di Gedung Soesman Kantoor Kawasan Kota Lama Semarang.

Budi Takjub Saksikan Lukisan 'Bertahan dari Rob', Pameran Seni Unnes di Kota Lama Semarang
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Pengunjung melihat karya yang dipamerkan mahasiswa Seni Rupa Unnes di Gedung Soesman Kantoor Kawasan Kota Lama Semarang, Minggu (23/6/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Puluhan lukisan dan instalasi tiga dimensi terpajang serta dipamerkan kepada khalayak di Gedung Soesman Kantoor Kawasan Kota Lama Semarang.

Pameran seni yang berlangsung Sabtu (22/6/2019) dan Minggu (23/6/2019) tersebut diselenggarakan mahasiswa Seni Rupa Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Karya yang dipamerkan merupakan karya dari 37 seniman dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Lombok, Bandung, dan beberapa kota di Jawa Tengah.

"Sebetulnya pameran ini merupakan pameran mata kuliah manajemen pameran, Pendidikan Seni Rupa Unnes. Kami belajar mamanage pameran dengan mengundang berbagai seniman dari luar," jelas Humas Pameran Rectoverso, Felix Notetolo Maruao, Sabtu (23/6/2019).

Dikatakan Felix, tema pameran tersebut bertajuk 'Rectoverso' yang berarti dua sisi yang saling melengkapi untuk menjadi satu kesatuan.

Setiap karya yang dipamerkan mengandung makna manusia sering mengejar standar kesempurnaan karena sebuah tuntutan sosial dan membuatnya semakin kewalahan.

"Tema ini bukan tema tunggal. Ada lima subtema, antara lain 'tabiat' yang berarti setiap manusia punya keunikan masing-masing, 'atma' yang berarti jiwa, 'purusa' yaitu kekuatan hidup, 'garis besar' yang dimaknai masalah atau peristiwa dalam kehidupan, dan 'spasi' yang dimaknai sebuah jarak," terang Felix.

Dia berharap dengan adanya pameran ini, bisa memberikan sajian kepada masyarakat.

Di sisi lain, pameran tersebut dapat menumbuhkan kerja sama yang baik antara mahasiswa, seniman, dan orang-orang yang berkecimpung di dunia seni rupa.

"Di sini ada beberapa yang dijual, tapi ada yang tidak, tergantung pemilik karya. Kami hanya memberikan ruang bagi para pemilik karya dan memberikan sajian bagi masyarakat," tuturnya.

Halaman
12
Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved