Inilah KRI Siwar 646, Pengawas yang Taktis dan Mematikan Milik TNI AL di Selat Malaka

Kapal Republik Indonesia (KRI) Siwar 646 menepi di Pelabuhan Pabrik Asean Aceh Fertilizer (AAF), Jumat (21/6/2019).

Inilah KRI Siwar 646, Pengawas yang Taktis dan Mematikan Milik TNI AL di Selat Malaka
KOMPAS.com/MASRIADI
Kapal Republik Indonesia (KRI) Siwar 646 TNI AL menepi di Pelabuhan Pabrik Asean Aceh Fertilizer (AAF), Jumat (21/6/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, LHOKSEUMAWE – Kapal Republik Indonesia (KRI) Siwar 646 menepi di Pelabuhan Pabrik Asean Aceh Fertilizer (AAF), Jumat (21/6/2019).

Kapal cepat rudal keluaran 27 September 2014 itu singgah untuk mengisi air bersih dan bahan bakar.

Seorang personel TNI AL, Hasan, bersiaga di bagian belakang kapal lengkap dengan pakaian dinas loreng.

Dilengkapi dua rudal dan tiga meriam, kapal ini menjadi salah satu andalan di gugus tempur laut Koarmada Satu TNI AL Indonesia.

Di bagian belakang kapal lantai satu, terdapat dua rudal yang siap diluncurkan.

“Baru keliling perairan dari Belawan, Sumatera Utara hingga Aceh Utara ini,” kata Komandan KRI Siwar, Mayor Laut (P), Ricky Ricky Intriadi kepada Kompas.com di ruang rapat KRI Siwar.

Nama Siwar diambil dari senjata tradisional khas Riau.

Dengan 38 awak, KRI Siwar 646 membelah Selat Malaka yang terkenal sebagai selat terpadat yang dilalui ribuan kapal dari berbagai negara di dunia.

Dalam sekali patroli laut, mereka menghabiskan waktu enam hari dan memasuki hari ketujuh mereka akan menepi untuk mengisi bahan bakar.

“Kapal ini bisa lari dengan 30 knot. Sangat taktis dan cepat. Dia kecil tapi mematikan,” kata Ricky.

Halaman
123
Editor: m nur huda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved