Inilah KRI Siwar 646, Pengawas yang Taktis dan Mematikan Milik TNI AL di Selat Malaka

Kapal Republik Indonesia (KRI) Siwar 646 menepi di Pelabuhan Pabrik Asean Aceh Fertilizer (AAF), Jumat (21/6/2019).

Inilah KRI Siwar 646, Pengawas yang Taktis dan Mematikan Milik TNI AL di Selat Malaka
KOMPAS.com/MASRIADI
Kapal Republik Indonesia (KRI) Siwar 646 TNI AL menepi di Pelabuhan Pabrik Asean Aceh Fertilizer (AAF), Jumat (21/6/2019). 

KRI Siwar 646 yang memiliki bobot 250 ton dengan panjang 44 meter dan lebar 7,40 meter adalah buatan anak bangsa di PT Palindo Marine Industries, Batam.

KRI Siwar 646 beroperasi mengawasi laut di Selat Malaka bekerjasama dengan para nelayan sekitar.

“Kami maksimalkan komunikasi dengan nelayan setempat. Nelayan di daerah yang kita lintasi, apa ada informasi dan seterusnya. Penyelundupan sabu-sabu dan kejahatan lainnya semua menjadi monitor kita,” jelas Ricky.

Menurutnya, sepanjang dua bulan ini, tak ada kasus menonjol di laut.

Terakhir KRI Siwar menangkap Kapal MV Vox Maxima berbendera Belanda yang membuang limbah di perairan Pulau Galang, Bintan, Kepualuan Riau pada 8 April 2019 lalu.

Selain itu, setiap kali berpapasan dengan kapal lain, para anggota akan selalu menanyakan apakah ada gangguan di laut. Jika ada keluhan dari awak kapal maka segera ditindaklanjuti.

“Selat Malaka ini harus aman dan nyaman bagi kapal yang melintas,” terangnya.

Saat sore hari, belasan remaja terlihat mendekati KRI Siwar 646 dan mereka berfoto dengan latar belakang senjata yang ada di atas kapal.

Para remaja ini ditemani oleh personel TNI AL yang memberi penjelasan tentang kapal tersebut.

Menurut Ricky, setiap menepi, warga bisa naik dan melihat langsung seluruh peralatan KRI Siwar 646.

Halaman
123
Editor: m nur huda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved