Masih Nekad Berjualan di Trotoar Meski Sudah DItertibkan, PKL di Demak: Ini Masalah Perut

Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di depan SMPN 5 Demak memilih untuk bertahan berjualan di trotoar dikarenakan alasan ekonomi.

Masih Nekad Berjualan di Trotoar Meski Sudah DItertibkan, PKL di Demak: Ini Masalah Perut
Tribunjateng/Alaqsha Gilang Imantara
Para pedagang berjualan di trotoar di seberang SMP Negeri 5 Demak, Minggu (23/6/2019) siang. 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK – Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di depan SMPN 5 Demak memilih untuk bertahan berjualan di trotoar dikarenakan alasan ekonomi.

Mereka tidak memiliki tempat lain untuk berjualan karena pemkab Demak tidak memiliki tempat untuk memindahkan pedagang.

Sukinah (45) , pedagang tahu gimbal, mengatakan pihaknya sudah berjualan sejak tahun 2010.

Ibu lima orang anak ini menyekolahkan biaya anaknya dari hasil berjualan.

Dirinya tidak setuju jika satpol PP akan menggusur keberadaan PKL depan SMPN 5 Demak dikarenakan akan menghilangkan mata pencaharian para pedagang.

Rob di Pantura Sayung Demak Arah Semarang, Kemacetan Capai 4 Kilometer

“Di sini lokasinya strategis dekat dengan instansi–instansi pemerintah, kalau siang hari mereka biasanya nyari makan disini, sehingga disini ramai,” ungkapnya, Minggu (23/6/2019).

Oleh karena itu, dirinya tidak setuju jika tempatnya digusur, karena pemkab belum memiliki tempat pengganti yang layak untuk berjualan.

Senada dengan Usman Arif (48), pedagang es, mengatakan dirinya tidak setuju dengan keluhan dari PKL Adem Ayem jika trotoar di depan SMPN 5 Demak tidak diperbolehkan untuk berjualan.

Menurutnya, trotoar disini tidak lebar berbeda dengan trotoar di jalur lambat Katonsari sehingga tidak bisa disamakan kondisinya.

“Saya udah berjualan 5 tahun mas, udah banyak pembeli yang disini mulai dari pejabat PNS, anak sekolah, maupun peziarah yang lewat di sini,” katanya.

Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Satpol PP Demak, Adi Prabowo mengatakan sebetulnya lokasi berjualan PKL di SMPN 5 Demak masuk ke pinggir sungai karena sudah dibuatkan cor lantai 2x3 meter, tetapi belum memiliki tenda.

Oleh karena itu, para pedagang tidak mau masuk sehingga terpaksa berjualan di trotoar.

“Secara aturan sebenarnya tidak boleh, tetapi dari pimpinan tidak mempermasalahkan ya okelah mereka tidak kami tertibkan,” ungkapnya.

Bus Nekat Ngeblong Saat Jalan Raya Mranggen Demak Macet Parah, Dipaksa Warga Mundur

Sebelumnya, para pedagang PKL Adem Ayem Demak menolak adanya penertiban di jalur lambat Katonsari karena adanya tebang pilih yang dilakukan oleh pemkab Demak dalam menertibkan PKL.

“Kenapa selama ini hanya jalur lambat Katonsari yang ditertibkan oleh Satpol PP, sementara itu di tempat lain yang terdapat trotoar tidak ditertibkan,” tutur Ahmad Zaini, ketua Paguyuban PKL Adem Ayem. (agi)

Penulis: Alaqsha Gilang Imantara
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved