Puskesmas Kendal II Gagas Bayar Biaya Berobat Gunakan Sampah, Bagian Program Mari Mas

Program Mari Mas merupakan program mengumpulkan sampah oleh pegawai puskemas, kemudian disetorkan kepada bank sampah 'Resik Becik'.

Puskesmas Kendal II Gagas Bayar Biaya Berobat Gunakan Sampah, Bagian Program Mari Mas
TRIBUN JATENG/DHIAN ADI PUTRANTO
Pegawai Puskesmas Kendal menyetorkan sampah ke pengurus bank sampah Resik Becik Kabupaten Kendal, Minggu (23/6/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Tumpukan sampah yang dibiarkan bisa menjadi sumber permasalahan kesehatan di lingkungan masyarakat.

Untuk mengentaskan hal itu, Puskesmas Kendal II memiliki program Mari Mas (Mari Menabung Sampah) yang dilauncing pada Sabtu (22/6/2019).

Program Mari Mas merupakan program mengumpulkan sampah oleh pegawai puskemas, kemudian disetorkan kepada bank sampah 'Resik Becik'.

Sebelum disetorkan ke bank sampah, sampah-sampah itu dipilah terlebih dahulu.

Kepala Puskesmas Kendal II, dr Sri Syahadatain mengatakan, sampah yang disetorkan merupakan sampah yang dikumpulkan oleh pegawainya, baik dibawa dari rumah maupun dikumpulkan dari lingkungan puskesmas.

"Kami yang berkerja di bidang kesehatan juga berkewajiban untuk memberikan contoh kepada masyarakat untuk berbudaya menjaga kebersihan dan cara kami melalui menabung sampah," jelasnya.

Ia mengatakan, pihaknya juga telah merekrut lima warga untuk ikut serta mengumpulkan sampah bersama pihaknya dan menabungkan ke bank sampah.

Menurutnya adanya lima warga ini diharapkan juga mengajak warga lainnya untuk melakukan hal serupa.

"Ke depan kami berencana agar para warga yang berobat dapat membayar dengan sampah," katanya.

Camat Kendal, Agung Budi Cahyono mengapresiasi dan mendukung program Mari Mas yang dilakukan oleh Puskesmas Kendal II.

Pasalnya pengelolahan sampah terurama sampah rumah tangga merupakan bagian dari lima pilar Sanitasi Berbasis Masyarakat yang dilaksanakan oleh Pemerintah pusat.

"Nabung sampah ini merupakan bagian dari pengelolaan sampah. Setelah itu sampah dapat dimanfaatkan seperti daur ulang atau memanfaatkan sampah untuk menjadi bahan pembuat kerajinan," ujarnya. (Dhian Adi Putranto)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved