Senin di PN Temanggung, Sidang Putusan Kasus Pembacokan Tewaskan Balita

Sidang kasus pembacokan hingga menyebabkan korban Rafa meninggal dunia, --serta melukai dua orang lainnya itu--, telah memasuki agenda putusan.

Senin di PN Temanggung, Sidang Putusan Kasus Pembacokan Tewaskan Balita
thinkstockphotos
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - ‎Masih ingat kasus pembacokan terhadap anak di bawah lima tahun (balita) Rafa Nesya Ardani (2,5) warga Dusun Gandon, Desa Gandon, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, pada 21 November 2018 silam?

Sidang kasus pembacokan hingga menyebabkan korban Rafa meninggal dunia, --serta melukai dua orang lainnya itu--, telah memasuki agenda putusan.

Rencananya, majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Temanggung me‎mbacakan putusan pada Senin (24/6/2019).

Hal ini diungkapkan jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Temanggung, Rara Ayu.

"Iya, besok Senin agenda putusan terhadap Sunaryo," kata Rara, Minggu (23/6/2019).

Dalam sidang sebelumnya, ‎JPU menuntut Sunaryo dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Ia dinilai terbukti melanggar Pasal 80 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 351 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Peristiwa ini bermula saat Sunaryo pulang dari tempat kerjanya, sebagai penambang pasir lereng Merapi‎ di Magelang.

Beberapa waktu di rumah, Sunaryo tiba-tiba mengamuk pada Rabu (21/11/2018).

‎Kala itu, Sunaryo tiba-tiba berteriak histeris sembari berlari keluar dari rumahnya, dengan membawa golok di tangan‎.

Halaman
12
Penulis: yayan isro roziki
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved