Yuni Bentuk Tim Anti Money Politics Pilkades Sragen, Gandeng Kejaksaan dan Kepolisian

Pemkab Sragen akan melibatkan kepolisian dan kejaksaan dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak pada September 2019.

Yuni Bentuk Tim Anti Money Politics Pilkades Sragen, Gandeng Kejaksaan dan Kepolisian
ISTIMEWA
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati. 

 TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Pemkab Sragen akan melibatkan kepolisian dan kejaksaan dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak pada September 2019.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan, upaya ini dilakukan itu agar praktik money politics saat pilkades bisa dihindari.

"Kami prihatin dengan kondisi yang saat ini terjadi. Banyak calon kepala desa (Kades) yang menggunakan uang untuk mendulang suara," ungkap Yuni.

Dirinya menyampaikan, upaya Pemda untuk mencegah money politics yakni melalui Memorandum of Understanding (MoU) bersama kejaksaan dan kepolisian terkait adanya sentra semacam pengawas pelaksanaan pilkades.

"Jika ada money politics akan ditangkap agar diproses. Kami tidak main-main," tegas Yuni.

"Mau diakui atau tidak, praktik money politics dalam pilkades sangat luar biasa mengerikan. Kalau tidak memulai dengan itu, kami tidak ingin mengerti apa jadinya," lanjut Yuni.

Yuni menyampaikan, cara seperti ini baru akan kali pertama dilakukan Pemkab Sragen.

Dirinya menyampaikan, akan membuat tim bersama kejaksaan, kepolisian, dan pemerintah.

"Untuk kewenangan dan sebagainya sudah kami bicarakan," ujar Yuni.

Yuni menginginkan Sragen menjadi miniatur Indonesia untuk proses demokrasi yang baik dan benar.

Halaman
12
Penulis: Mahfira Putri Maulani
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved