Bupati Pati Lepas Atlet Porsema XI Tingkat Provinsi

Haryanto dalam arahannya mengatakan, belum lama ini telah terlaksana ajang sejenis yang membawa nama baik Kabupaten Pati

Bupati Pati Lepas Atlet Porsema XI Tingkat Provinsi
Istimewa
Bupati Pati Haryanto melepas keberangkatan para atlet yang akan mengikuti Pekan Olahraga Seni Ma’arif (Porsema) XI tingkat Provinsi Jateng, Senin (24/6/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Bupati Pati Haryanto melepas atlet yang akan mengikuti Pekan Olahraga Seni Ma’arif (Porsema) XI tingkat Provinsi Jateng, Senin (24/6/2019).

Porsema XI diselenggarakan di Temanggung pada 24-27 Juni 2019.

Ajang antarpelajar di lingkungan Lembaga Pendidikan Ma'arif NU ini dimaksudkan sebagai wahana penyalur bakat, minat, pengetahuan, dan keterampilan dalam rangkaian kegiatan yang menyenangkan, mandiri, silaturahmi, sportif, dan bermanfaat serta meningkatkan pengetahuan.

Haryanto dalam arahannya mengatakan, belum lama ini telah terlaksana ajang sejenis yang membawa nama baik Kabupaten Pati, yaitu Kejurprov oleh para atlet disabilitas atau NPC (National Paralympic Committee) di Solo, dan Popda tingkat SD di Semarang.

“Kalau yang NPC, atlet angkat berat berhasil meraih medali perak, sedangkan untuk Popda, Kabupaten Pati berhasil mendapat juara umum 3. Lomba bidang olahraga dan seni, Kabupaten Pati ini gudangnya,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Haryanto, untuk lomba maupun ajang dalam bidang keagamaan, Kabupaten Pati tidak mau kalah.

Oleh karena itu, Haryanto berpesan kepada para pendamping, pelatih maupun official, agar momentum yang baik ini jangan sampai disia-siakan.

“Semoga anak-anak kita dapat berprestasi tidak hanya di bidang akademik dan baca tulis Al Qur’an, namun juga dalam bidang olahraga dan seni,” ungkapnya.

Adapun kontingen Porsema 2019 LP Ma’arif NU Kabupaten Pati ialah sebagai berikut.

Total atlet jenjang MA berjumlah 85, jenjang Mts sebanyak 84, dan jenjang MI sebanyak 34.

Sedangkan panitia sebanyak 13. Jadi, total keseluruhan adalah 216 personel.

Haryanto menyebut, prestasi dapat diraih dengan adanya kompetisi.

Lembaga pendidikan dapat terkenal disebabkan seringnya mengikuti kompetisi maupun perlombaan.

“Anda-Anda ini adalah generasi penerus, baik yang dari MA, Mts, maupun MI. Rawatlah apa yang sudah Anda miliki, sebab hal tersebut dapat menjadi bekal untuk menjadi lebih baik,” tandasnya. (Mazka Hauzan Naufal)

Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved