Breaking News:

Dinkes Jateng bersama Komatnas akan Bentuk Komatda untuk Turunkan Prevalensi Kebutaan

Selanjutnya untuk kuratif, kata Yulianto, pihaknya bersama Dinkes kab/kota juga melakukan koreksi mata hingga melakukan operasi katarak

Tribunjateng.com/idayatul rohmah
Ketua Komite Mata Nasional (Komatnas) Andy F. Noya bersama rekan-rekan dokter terkait, menghadiri acara pertemuan dengan Dinkes Jateng di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Senin (24/6/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SSMARANG - Dalam rangka penurunan prevalensi gangguan penglihatan dan kebutaan di Jawa Tengah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan membentuk
Komite Mata Daerah (Komatda).

Disampaikan langsung oleh Ketua Komite Mata Nasional (Komatnas) Andy F. Noya, Komatnas yang berada langsung di bawah naungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), melalui Dinas kesehatan provinsi Jawa Tengah nantinya akan menjalankan rencana kerja melalui Komatda ini.

Yakni dalam upaya menurunkan tingkat kebutaan, terutama yang diakibatkan oleh katarak.

Andy menyebutkan, fokus perhatian untuk menurunkan angka kebutaan ini lantaran pihaknya telah mendapat angka bahwa tingkat kebutaan di Indonesia menduduki urutan ke-2 setelah Etovia.

Urutan itu, kata dia, dari angka kebutaan yang ada, 80% diakibatkan oleh katarak.

Sehingga dengan upaya melakukan operasi katarak, diharapkan tingkat kebutaan di Indonesia akan turun.

"Upaya menurunkan tingkat kebutaan yang dalam hal ini diakibatkan oleh katarak, maka Komatnas perlu membentuk Komite Mata Daerah. Dalam rangka itulah kami hadir ke sini karena terkait langsung dengan program-progran yang akan didorong oleh Komatnas," jelas Andy dalam acara pertemuan dengan Dinkes Jateng di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Senin (24/6/2019).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dr. Yulianto Prabowo M.Kes memaparkan, prevalensi gangguan penglihatan terutama kebutaan di Jawa Tengah memang cukup tinggi.

Secara prevalensi, kata Yulianto, yakni sekitar 2,7% penduduk dengan usia di atas 50 tahun mengalami gangguan penglihatan atau kebutaan.

"Ini memang Jateng salah satu dari provinsi dengan prevalensi gangguan prnglihatan cukup tinggi. Dari sisi jumlah juga banyak karena penduduk Jateng banyak," jelasnya.

Untuk itu, lanjutnya, pihaknya akan terus melakukan upaya mulai dari promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif.

Promotif-preventi antara lain dengan melakukan kegiatan screening, baik di Posbindu maupun di sekolah-sekolah.

Hal itu untuk menemukan sejak dini gangguan penglihatan tersebut.

Selanjutnya untuk kuratif, kata Yulianto, pihaknya bersama Dinkes kab/kota juga melakukan koreksi mata hingga melakukan operasi katarak untuk penderita.

"Jumlahnya cukup banyak sekitar 70%. Gerakan ini cukup banyak dan didukung oleh dunia usaha, organisasi profesi, lintas sektor, pegiat-pegiat sosial, termasuk Komatnas ini banyak membantu untuk mengatasi masalah kebutaan," paparnya. (idy)

Berita Populer
Penulis: Idayatul Rohmah
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved