Kasubditlaka Korlantas Polri Imbau Kecelakaan Bus Jadi Prioritas Penanganan

Kecelakaan lalulintas baik pada jalan tol maupun umum terutama melibatkan bus diharap menjadi prioritas penanganan jajaran kepolisian lalulintas di

Kasubditlaka Korlantas Polri Imbau Kecelakaan Bus Jadi Prioritas Penanganan
TRIBUN JATENG/M NAFIUL HARIS
Kasubditlaka Korlantas Polri Kombes Pol Agus Suryo (berkacamata) saat meninjau lokasi kecelakaan bus Rosalia Indah dengan Avanza di Tengaran, Kabupaten Semarang, Senin (24/6/2019). TRIBUNJATENG.COM/M NAFIUL HARIS 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Kecelakaan lalulintas baik pada jalan tol maupun umum terutama melibatkan bus diharap menjadi prioritas penanganan jajaran kepolisian lalulintas di daerah.

Kasubditlaka Korlantas Polri Kombes Pol Agus Suryo mengatakan diperlukan tindakan edukatif secara komprehensif dalam penanganan kasus kecelakaan lalulintas khususnya menyangkut kendaraan roda empat bus.

“Kecelakaan lalulintas merupakan tanggungjawab bersama semua pihak.

Negara harus hadir melalui lima pilarnya yakni polri, jasa raharja, dinas perhubungan, dinas kesehatan, dan BPBD,” terangnya kepada Tribunjateng.com, seusai meninjau lokasi kecelakaan bus Rosalia Indah dan Avanza di Tengaran, Kabupaten Semarang, Senin (24/6/2019)

Menurut Kombes Pol Agus Suryo mengacu pada data angka kecelakaan lalulintas tahun ini terdapat kenaikan yakni 107 ribu kejadian tetapi tingkat fatalitasnya menurun sekira 2 ribuan.

Dibandingkan tahun lalu kata dia, jumlah orang meninggal dunia tercatat sebanyak 30 ribu orang.

Ia menambahkan, sedang angka kejadian pada tahun 2018 tersebut berkisar 104 ribu kecelakaan lalulintas.

Menariknya lanjutnya, kenaikan korban meninggal akibat mengalami lakalantas belakangan disebabkan angkutan bus.

“Misalnya kemarin pada tol Cipali, kemudian kejadian di Kalimantan Selatan, selanjutnya Aceh, dan terakhir Kabupaten Semarang.

Maka bus ini harus menjadi prioritas penanganan,” katanya

Pihaknya menerangkan sedang saat operasi ketupat candi (OKC) 2019 tren angka kecelakaan baik roda empat, maupun motor mengalami penurunan hingga 60 persen.

Tetapi kemudian tren yang menonjol juga menyebabkan korban meninggal dunia adalah kendaraan bus. (ris)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved