Kharissa Kaget Ada Suara Keras Dari Arah Teras Rumahnya, 2 Motor dan Atap Terkena Rubuhan Gudang
Satu rumah warga di Kampung Kalibaru Timur RT 1 RW 10 Kelurahan Bandarharjo Kecamatan Semarang Utara rusak tertimpa bangunan tua, Senin (24/6/2019).
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Satu rumah warga di Kampung Kalibaru Timur RT 1 RW 10 Kelurahan Bandarharjo Kecamatan Semarang Utara rusak tertimpa bangunan tua, Senin (24/6/2019).
Peristiwa terjadi pukul 15.45 WIB.
Kharissa Nisrina Andzana (16) yang semula berada di dalam rumah sendirian mengaku kaget ada suara keras dari arah teras rumahnya.
Ia lantas keluar melihat sumber suara tersebut.
"Awalnya saya di dalam rumah, di ruang tamu nonton tv.
Ada suara 'brekkk...!' bangunan.
Saya kaget, langsung keluar.
Motor 2 di depan rusak semua (tertimpa reruntuhan bangunan)
Ada mobil milik orang kena bagian kacanya," jelasnya.
Melihat kejadian itu, Kharissa langsung keluar mencari ibunya.
Sri Rejeki (49), ibu Kharissa mengaku saat itu dirinya tengah menjajakan es di luar rumah.
Ia pun tidak mengetahui kejadian tersebut.
Dikiranya, rumahnya mengalami kebakaran lantaran lupa mematikan kompor.
"Anak saya nyusul naik sepeda.
Saya kaget kok naik sepeda?
Saya kira rumah kobong, karena dulu pernah kelupaan Kobong sampai asat.
Kirain itu, ternyata kebrukan gudang sebelah," paparnya.
Sri lantas bercerita, gedung samping rumahnya tersebut memang sudah lama tidak digunakan.
Ia mengungkap gedung tersebut merupakan sebuah PT, tempat pembuatan sepatu.
Namun, sudah lama tidak beroperasi hingga kini sudah menua.
Sementara di belakang PT tersebut terdapat pohon.
Saat pohon itu tumbang karena angin kencang, lantas bangunan yang mulai rapuh itu menimpa rumah Sri.
"Itu gedung PT Famous, pembuatan sepatu.
Tapi sudah lama tidak ditempati," terangnya.
Atas insiden itu, hingga saat ini Sri belum dapat memprediksi jumlah kerugian yang harus ia tanggung.
Hanya, sebutnya, dua motor mengalami kerusakan serta atap dan terasnya turut runtuh terkena bangunan tersebut.
"Kerugian tidak bisa saya kira-kira.
Motor 2, yang satu parah bagian lampu depan, spion, spedometer, dan standarnya tugel (patah).
Lalu terutama teras dan genting rusak.
Saya tidak tau ada barang lain yang ketimpa atau tidak karena saya tidak boleh masuk," lanjutnya.
Namun, kata Sri, beberapa barang elektronik di rumahnya telah berhasil diamankan.
Di antaranya yakni kulkas, televisi, salon, dan lain-lain.
"Barang-barang diamankan di sini (Pos Mandali).
Nanti kami tidur di sini juga," jelasnya.
Lurah Bandarharjo, Nuryanto (57), mengungkapkan, pihak kelurahan telah mengurus insiden ini untuk dimintakan bantuan ke Pemerintah Kota Semarang.
Saat ini, kata dia, bantuan datang dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang.
Selanjutnya, ia juga akan meminta bantuan kepada PMI Kota Semarang.
"Bantuan baru dari BPBD.
Nanti dari PMI kami hubungi.
Kami juga sudah menghubungi pihak Phamos tentang bagaimana kelanjutan bangunan ini.
Kami inginnya bangunan diruntuhkan semua agar tidak membahayakan," paparnya.
Sementara itu untuk mengganti kerugian, pihak kelurahan juga menginginkan Famous untuk memberi bantuan dana kepada pemilik rumah.
Sementara itu, dari pihak BPBD tampak sudah berada di lokasi kejadian.
Suharto (58), Anggota Kedaruratan Pusdalops
BPBD menyebut pihaknya memberikan bantuan logistik.
"Sementara bantuan berupa sembako, air mineral, obat-obatan, tikar dan terpal untuk antisipasi hujan bisa ditutup sementara," tandasnya. (idy)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/rumah-rubuh-idy.jpg)