Sambut HUT ke-51, BPJS Kesehatan Gencarkan Kegiatan Prolanis

Dokter yang akan senantiasa memantau status atau kondisi kesehatan peserta Prolanis secara rutin setiap bulannya

Sambut HUT ke-51, BPJS Kesehatan Gencarkan Kegiatan Prolanis
Tribunjateng.com/Desta Leila Kartika
Foto berlangsung nya kegiatan "BPJS Kesehatan Mengajar" sekaligus Sosialisasi Program Promotif Preventif tahun 2019. Berlangsung pada tanggal 19 dan 21 Juni 2019 di Gedung PKK Provinsi Jawa Tengah. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dalam rangka memberikan pemahaman lebih kepada peserta Program Pengelololaan Penyakit Kronis (Prolanis), dan petugas di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tentang pentingnya Program Pengelolaan Penyakit Kronis.

BPJS Kesehatan KC Semarang mengadakan Kegiatan "BPJS Kesehatan Mengajar" sekaligus Sosialisasi Program Promotif Preventif tahun 2019. Berlangsung pada tanggal 19 dan 21 Juni 2019 di Gedung PKK Provinsi Jawa Tengah.

Selain bertujuan memberikan pemahaman tentang Prolanis kepada peserta, kegiatan ini juga dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) BPJS Kesehatan yang ke-51.

Adapun kegiatan ini diikuti oleh perwakilan peserta Prolanis dan PIC atau Petugas FKTP dari seluruh FKTP di Kota Semarang dan Kabupaten Demak.

Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Asri Wulandari menjelaskan, program Pengelololaan Penyakit Kronis (Prolanis) adalah sistem pelayanan kesehatan dengan pendekatan proaktif kepada Peserta JKN-KIS.

Pendekatan proaktif tersebut melibatkan peserta, fasilitas kesehatan (faskes), dan BPJS Kesehatan. Sehingga peserta dapat mencapai kualitas hidup yang optimal dengan biaya pelayanan efektif dan efisien.

"Semoga dengan mengikuti kegiatan Prolanis bisa menjadi motivasi Bapak Ibu peserta Prolanis, walaupun menderita penyakit kronis namun tetap semangat dan bahagia agar kesehatannya dapat terkendali dengan baik," kata Asri Wulandari, pada Tribunjateng.com, beberapa waktu lalu.

Dengan menjadi peserta Prolanis, banyak keuntungan yang dapat dirasakan oleh peserta, antara lain meningkatnya komunikasi atau hubungan yang baik antara dokter dan pasien.

Dokter yang akan senantiasa memantau status atau kondisi kesehatan peserta Prolanis secara rutin setiap bulannya.

Peserta Prolanis akan mendapatkan informasi tentang jadwal periksa Laborat rutin, jadwal kegiatan senam dan edukasi, pemantauan kepatuhan minum obat, dan konsultasi lainnya misal konsultasi diet atau gizi.

"Per Juni 2019 peserta prolanis yang terdaftar dan aktif mengikuti program-program prolanis sebanyak 39.402 untuk peserta Prolanis Diabetes Melitus (DM). Sedangkan untuk Peserta Prolanis Hipertensi sebanyak 17.587 peserta di wilayah Semarang dan Kabupaten Demak," jelasnya.

Salah satu penderita Diabetes Melitus (DM) yang telah merasakan manfaat adanya program Prolanis ini adalah Krisni, salah satu peserta prolanis dari Klinik Esti Husada Semarang yang ikut hadir dalam acara BPJS Kesehatan Mengajar.

Krisni mengaku sudah setahun tergabung dalam klub prolanis Klinik Esti Husada, bahkan selama setahun ini Krisni menyampaikan bahwa penyakitnya tidak pernah kumat lagi dan jauh lebih terkontrol dari sebelumnya.

“Program Prolanis membantu saya mengontrol penyakit DM yang saya derita. Dengan ikut Prolanis dari klinik, saya juga mendapat obat-obatan dan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Selain itu saya juga termotivasi menjaga kesehatan dengan tetap bergerak aktif dan mengikuti kegiatan-kegiatan di klub Prolanis seperti senam dan penyuluhan kesehatan," ungkap Krisni. (dta)

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved