Saya Ajak Anak-Anak Jualan Sapu Jika Libur Sekolah - Kasiah Si Penjual Sapu Keliling di Purwokerto

Saya biasanya membawa 15 sapu. Anak-anak saya masing-masing pegang satu. Setiap hari paling membawa uang Rp 70 ribu. Jika ramai Rp 100 ribu.

Saya Ajak Anak-Anak Jualan Sapu Jika Libur Sekolah - Kasiah Si Penjual Sapu Keliling di Purwokerto
TRIBUN JATENG/PERMATA PUTRA SEJATI
Kasiah dan kedua anaknya, penjual sapu keliling di Purwokerto Kabupaten Banyumas beristirahat di Jalan HR Boenyamin Purwokerto, Senin (24/6/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Kaki-kaki kecil itu melangkah menyusuri setiap sudut jalanan Purwokerto.

Sembari memegang sapu, panasnya aspal jalanan yang menembus sandal jepit lusuh sudah tidak dirasa.

Sesekali si anak berkata kepada Ibunya "Bu, duduk dahulu ya, capek," ujar si anak sambil menarik-narik tas ibunya.

Si ibu lalu berkata, "Ya sudah duduk di sana saja," jawab sang Ibu sambil menunjuk pohon besar yang berada di depan Masjid Nurul Ulum, depan kampus Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.

Mereka bertiga terlihat begitu lelah seperti telah berjalan jauh puluhan kilometer.

Sambil membasuh keringat, anak laki-lakinya yang berumur 10 tahun mengeluarkan botol kecil berisi air minum.

"Nih minum, tinggal setengah," ucapnya.

Adik perempuannya yang masih 5 tahun itu meminum air dan menawarkannya kepada si ibu, "Ini Bu, tinggal sedikit," katanya.

Cukup melegakan dan menghilangkan dahaga, tetapi sepertinya bekal tersebut tidak cukup jika untuk berjalan jauh lagi.

Melihat kedua anaknya yang terlihat capek dan kelelahan, si Ibu tidak tega dan hanya berucap, "Ya sudah di habiskan kamu saja sekalian," ucapnya.

Halaman
1234
Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved