Sopir Mobil Avanza Diduga Tertidur Sekejap - Hasil Dugaan Sementara Penyebab Laka di Klero Tengaran

Hasil sementara keterangan yang dikumpulkan petugas wilayah karena sopir Avanza M Imam Sholahuddin (44) mengantuk atau tertidur sekejap.

Sopir Mobil Avanza Diduga Tertidur Sekejap - Hasil Dugaan Sementara Penyebab Laka di Klero Tengaran
TRIBUN JATENG/M NAFIUL HARIS
Kasubditlaka Korlantas Polri Kombes Pol Agus Suryo (berkacamata) saat meninjau lokasi kecelakaan Rosalia Indah dan Avanza di Kabupaten Semarang, Senin (24/6/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Pasca terjadinya kecelakaan lalulintas antara bus Rosalia Indah bernomor polisi AD 1451 DF dengan mobil Toyota Avanza nopol B 157 NIK pada Minggu (23/6/2019), Korlantas Polri hari ini mendatangi lokasi kejadian.

Kasubditlaka Korlantas Polri Kombes Pol Agus Suryo mengatakan, kedatangannya ke tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Raya Boyolali-Salatiga tepatnya Dusun Ngentak, Desa Klero Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang guna melihat langsung hasil olah TKP petugas wilayah.

"Jadi hasil pengecekan TKP dan diskusi melibatkan Dishub, Jasa Raharja, serta Satlantas Polres Semarang. Ditambah bukti-bukti yang ada masih diduga supir Avanza mengantuk sehingga terjadi kecelakaan," terangnya kepada Tribunjateng.com, Senin (24/6/2019).

Menurutnya, hasil sementara keterangan yang dikumpulkan petugas wilayah karena sopir Avanza M Imam Sholahuddin (44) mengantuk atau tertidur sekejap hingga kemudian menyebabkan terjadinya kecelakaan lalulintas.

Ia menambahkan, saat pengecekan lokasi juga disertakan teknologi yang dinamai traffic accident analysis (TAA) harapannya setelah dilakukan rangkaian data dapat diambil simpulan pasti.

"Sementara begitu simpulan kami. Tapi ini masih akan ditindaklanjuti dengan penyelidikan dan penyidikan lanjutan. Masih ada keterangan saksi yang perlu digali kembali," katanya.

Dikatakannya, dugaan terhadap pengemudi Avanza berdasarkan analisis kepolisian ditambah keterangan para saksi.

Hanya saja dimungkinkan bakal meminta ahli membantu analisis lanjutan apakah terdapat temuan lainnya.

Pada kesempatan itu, pihaknya mengimbau petugas baik dari kepolisian maupun dinas perhubungan yang ada pada wilayah Ungaran-Salatiga dan Boyolali-Solo dilakukan langkah-langkah edukatif.

"Terutama kecepatan kendaraan khususnya bus dan kami minta dilakukan pengecekan kembali pada lokasi-lokasi titik rawan terjadinya kecelakaan. Tikungan, tanjakan supaya dicek kembali," ujarnya. (M Nafiul Haris)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved