Analisis : PPDB Tak Perlu Adu Cepat ke Sekolah

Kepala Disdikbud Jateng, Jumeri menegaskan agar para peserta tak mempercayai isu-isu yang tak benar, di antaranya siapa yang tercepat mendaftar

Analisis :  PPDB Tak Perlu Adu Cepat ke Sekolah
ISTIMEWA
ILUSTRASI tes buta warna sebagai tahaoan verifikasi berkas pendaftaran seperti yang dilakukan di SMK Negeri 2 Kendal. 

TRIBUNJATENG.COM -- Verifikasi berkas dan pengambilan token untuk PPDB SMA negeri dimulai Senin (24/6). Kepala Disdikbud Jateng, Jumeri menegaskan agar para peserta tak mempercayai isu-isu yang tak benar, di antaranya siapa yang tercepat mendaftar akan diterima.

"Jadi dasarnya yaitu jarak rumah dari sekolah yang dituju. Bukan siapa yang paling cepat mendaftar diterima," tegasnya saat dihubungi lewat sambungan telepon, Senin siang.

Ia mendapatkan informasi bahwa beberapa peserta sudah datang ke sekolah sejak pagi-pagi buta. Bahkan menurutnya ada orangtua siswa yang telah berada di depan sekolah sejak pukul 4 pagi tadi.

Sekali lagi ia menegaskan penentu penerimaan tak berdasarkan siapa yang tercepat mendaftar.

"Seleksi PPDB di Jawa Tengah tetap mengacu pada tiga jalur. Di antaranya prestasi, perpindahan orangtua, dan zonasi," ujarnya.

Jumeri menjelaskan, untuk pertimbangan adu cepat digunakan untuk memperebutkan jatah satu kursi terakhir yang tersedia di setiap sekolah.

Sebagai contoh apabila satu SMA negeri menerima 10 rombel atau 360 siswa, maka posisi terakhir diambilkan dari pendaftar tercepat jika ada lebih dari satu peserta yang jarak rumahnya sama. "Urutan 1 sampai 359 tetap berdasarkan zonasi, prestasi dan perpindahan orangtua," katanya.

Menurutnya pengambilan token sekaligus verifikasi kelengkapan dokumen untuk calon siswa SMA dibuka hingga 28 Juni 2019. Verifikasi dan pengambilan token untuk SMK negeri juga dibuka hingga 28 Juni mendatang. Bedanya, untuk PPDB SMK negeri tak menggunakan sistem zonasi.

Bagi peserta yang hendak verifikasi berkas dan mendapatkan token di PPDB SMA negeri tak perlu datang pagi-pagi. Karena server PPDB baru dibuka pukul 8, maka diimbau para peserta datang ke sekolah pada saat jam kerja saja.

"Datang jam kerja saja, mulai pukul 8. Karena kalau verifikasi tidak cepet-cepetan. Server PPDB itu mulai on jam 8," ungkap Wiharto, Kepala Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Semarang, Senin.

Menurutnya masih banyak waktu untuk memverifikasi berkas dan mendapatkan token. Sekolah memberikan pelayanan hingga 28 Juni 2019.

Setelah itu, baru menapaki langkah selanjutnya yakni pendaftaran online mulai 1-5 Juli 2019. "Imbauan tak perlu pagi-pagi untuk ke sekolah. Di jam kerja saja," tegas Wiharto.

Untuk SMA negeri di Semarang menurutnya relatif lancar. Pendaftar di SMAN 3 Semarang, misalnya, hingga saat ini mencapai 550 pendaftar.

"Kami melayani dengan 11 loket untuk verifikasi berkas dan token," imbuh Wiharto yang juga Kepala SMAN 3 Semarang. (Ahm)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved