Angka Prevalensi Stunting di Kabupaten Demak Masuk Tujuh Daerah Tertinggi di Jawa Tengah

Angka Prevalensi Stunting di Kabupaten Demak masuk tujuh tertinggi di Jawa Tengah pada tahun 2019 yaitu sebesar 50, 23 persen dan menjadi satu dari

Angka Prevalensi Stunting di Kabupaten Demak Masuk Tujuh Daerah Tertinggi di Jawa Tengah
TRIBUN JATENG/ALAQSHA GILANG IMANTARA
Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar Forum Sosialisasi Genbest (Generasi Bersih dan Sehat) dalam rangka penurunan prevalensi stunting di Balai BKPP (Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan), Kabupaten Demak, Selasa (25/6/2019). (Tribunjateng/Alaqsha Gilang Imantara) 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Angka Prevalensi Stunting di Kabupaten Demak masuk tujuh tertinggi di Jawa Tengah pada tahun 2019 yaitu sebesar 50, 23 persen dan menjadi satu dari 60 kabupaten/kota prioritas stunting pada tahun 2019.

Oleh karena itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar Forum Sosialisasi Genbest (Generasi Bersih dan Sehat) dalam rangka penurunan prevalensi stunting di Balai BKPP (Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan), Kabupaten Demak, Selasa (25/6/2019).

Direktur lnfokom PMK, Kementerian Komunikasi dan lnformatika (Kominfo), Wiryanta, Ph.D, mengatakan secara definisi stunting adalah kekurangan gizi kronik pada anak balita yang terjadi dalam jangka waktu lama.

"Selama empat tahun Pemerintahan Joko Widodo Jusuf Kalla bekerja keras menurunkan tingkat prevalensi stunting, dari 37,2% (Riskedas, 2013) menjadi 30,8% (Riskedas, 2018)," ucapnya di sela-sela acara.

Dia menyebut, angka tersebut masih tinggi, artinya masih ada tiga dari sepuluh balita stunting di Indonesia.

Namun, pemerintah optimis angkanya semakin turun karena ragam kebijakan intervensi penanggulangan stunting.

"Sosialisasi stunting ini penting untuk mencegah banyaknya SDM tidak berkompeten ketika menghadapi bonus demografi tahun 2030," paparnya.

Pemerintah melakukan intervensi dalam dua skema. Pertama intervensi spesifik atau gizi dengan melakukan pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil dan anak, sumplementasi gizi, pemberian tablet tambah darah, dan konsultasi.

Kedua, intervensi sensitif atau non gizi seperti penyediaan sanitasi dan air bersih, lumbung pangan, alokasi dana desa, edukasi, sosialisasi dan sebagainya.

”Program stunting banyak baik aspek kesehatan maupun non kesehatan, anggaran pun besar untuk penanggulangan ini.

Halaman
123
Penulis: Alaqsha Gilang Imantara
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved