Duh, Mayoritas Pelaku Usaha Pembuatan Kerupuk di Jatilawang Banyumas Gunakan Bahan Pewarna Tekstil

Hampir sebagian besar kerupuk-kerupuk soto yang tersebar di Kabupaten Banyumas dan sekitarnya berasal dari daerah tersebut

Duh, Mayoritas Pelaku Usaha Pembuatan Kerupuk di Jatilawang Banyumas Gunakan Bahan Pewarna Tekstil
Tribunjateng.com/Permata Putra Sejati
Salah satu pengusaha di sentra pembuatan kerupuk di Desa Kedungwringin, Kabupaten Banyumas, saat menjemur kerupuk pada Selasa (25/6/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Mayoritas pengusaha pembuatan kerupuk di Desa Kedungwringin, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas mempergunakan bahan berbahaya Rhodamin B atau pewarna tekstil.

Setelah dilakukan pengawasan di beberapa tempat seperti di Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara masih banyak ditemukan kerupuk merah mengandung bahan pewarna tekstil.

Ketika dilakukan penyelidikan lebih lanjut ternyata salah satu sentra pembuatan kerupuk yang biasa digunakan pada makanan soto adalah di Desa Kedungwringin, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas.

Hampir sebagian besar kerupuk-kerupuk soto yang tersebar di Kabupaten Banyumas dan sekitarnya berasal dari daerah tersebut.

Oleh karena itu, pihak Kantor Loka POM Banyumas melakukan pembinaan dalam bentuk Penyebaran Informasi dan Sosialisasi dalam rangka menciptakan produk pangan yang aman, bermutu dan sehat.

Rhodamin B sendiri adalah bahan yang biasa digunakan untuk pewarna tekstil atau kain. Akan tetapi masih sering digunakan dalam makanan seperti kerupuk soto.

Mendatangkan narasumber langsung dari pihak BPOM, Puskesmas, dan Satgas Pangan dari Reskrim Polres Banyumas. Kerjasama antar lintas sektor tersebut diharapkan dapat mengendalikan produksi bahan-bahan makanan berbahaya, seperti Rhodamin B pada kerupuk.

"Karena di Desa Kedungwringin ini adalah sentra utama pembuatan kerupuk yang cukup besar. Boleh dikatakan hampir semua pengusaha kerupuk disini menggunakan Rhodamin B sebagai pewarna kerupuk," ujar Kepala Loka POM Banyumas, Sulianto kepada Tribunjateng.com, Selasa (25/6/2019).

"Para pengusaha disini mengatakan jika mereka sengaja menambahkan pewarna tekstil tersebut justru atas permintaan masyarakat yang ingin kerupuk berwarna. Selain itu, memang karena ada pemasok pewarna itu disini. Kita sudah mengkonfirmasi kepada pemasuk tersebut, dan memang menjual bahan pewarna," tambahnya.

Sulianto mengatakan jika pemasok bahan baku Rhodamin B yang ada di Desa Kedungwringin berasal dari Bandung.

Halaman
123
Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved