Juliyatmono : Pembangunan Desa di Kabupaten Karanganyar Fokus Atasi Kemiskinan

Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat memberikan arahan dalam acara Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada para Sekretaris Desa (Sekdes) di Hotel Taman Sari

Juliyatmono : Pembangunan Desa di Kabupaten Karanganyar Fokus Atasi Kemiskinan
TRIBUN JATENG/AGUS ISWADI
Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat berbincang dengan peserta Bimtek. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Menuntaskan masalah kemiskinan menjadi fokus utama dalam pembangunan desa di Kabupaten Karanganyar.

Hal itu diungkapkan Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat memberikan arahan dalam acara Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada para Sekretaris Desa (Sekdes) di Hotel Taman Sari Karanganyar, Selasa (25/6/2019).

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan, Sekdes menjadi ketua dalam menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes), sehingga Sekdes harus dapat menterjemahkan gagasan Kades yang tertuang dalam visi-misinya.

"Ini ada Bimtek Sekdes. Sekdes itu kan floorleader, playmakker, dia jadi ketua saat menyusun RPJMDes. Kalau RPJMDes disusun simple yang baik, tiap tahun ada rencana kerja Pemdes, pertahun kegiatannya apa," katanya kepada para wartawan.

Lebih lanjut ia menjelaskan, sistem administrasi sekarang sudah berbasis aplikasi, meski begitu tentu harus dievalusai dan diawasi dengan baik.

"Supaya dana itu efektif, berdaya guna, berhasil guna. Dari dana itu kita gotong royong mengurangi angka kemiskinan serendah mungkin. Fokus tujuan kita ke sana. Mudah-mudahan jadi spirit, greget, untuk tertib baik, dan akuntable," paparnya.

Selain penurunan angka kemiskinan, Juliyatmono juga menyinggung soal penyelesaian masalah sampah di tingkat desa.

"Komitmen Kades menuntaskan sampah di tingkat desa sekarang sudah berjalan. Saya kemarin cek di Colomadu, geliat bagus, sudah mulai ada yang menghasilkan. Desa yang mempunyai volume sampah tinggi, kita lihat Sarpras apa yang dibutuhkan. Satu, butuh tempat pengelolaan sampah, Sarpras pengambilan sampah dan daur ulang. Ada gairahnya untuk itu, pemerintah tinggal memfasilitasi," paparnya.

Kabag Pemerintah Desa dan Kelurahan Setda Karanganyar, Timotius Suryadi menyampaikan, secara umum Bimtek ini untuk perencanaan pembangunan desa, tapi diarahkan fokus pada kesiapan desa untuk menyelesaikan RPJMDes.

"Terutama untuk 145 Desa yang selesai telah melaksanakan Pilkades kemarin, kita beri tenggat waktu sampai akhir Juni. Itu berangkat dari visi-misi Kades yang disinkronisasi dengan vis-misi Bupati yang tertuang dalam RPJMD, kemudian diterjemahkan menjadi program-program yang sesuai dengan kewenangan desanya. Itu digunakan untuk pedoman mereka menggunakan untuk alokasi anggaran dan mensejahterakan masyarakatnya," tuturnya.

Halaman
12
Penulis: Agus Iswadi
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved