Kasus HIV AIDS Tertinggi di Kabupaten Pekalongan Ada di Kecamatan Karanganyar

Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan memiliki kasus HIV AIDS terbanyak dari 2005 hingga 2019.

Kasus HIV AIDS Tertinggi di Kabupaten Pekalongan Ada di Kecamatan Karanganyar
Tribun Jateng/ Budi Susanto
Sejumlah pengendara melintas di Tugu Durian simbol Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan, Selasa (25/6/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, ditemukan kasus HIV AIDS terbanyak sejak 2005 hingga 2019.

Berdasarkan data analisa situasi HIV AIDS dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pekalongan, terdapat 43 orang positif HIV AIDS.

Sedangkan urutan kedua ada di Kecamatan Bojong dan Kecamatan Tirto dengan 38 kasus, kemudian Kecamatan Kajen dengan 35 kasus positif HIV AIDS dan disusul kecamatan lainnya.

Pengelola Program Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Pekalongan, Muhammad Iqbal Masruri, menjelaskan, pendataan terakhir dilakukan pada Maret 2019 lalu mencatat ada 395 orang di Kota Santri positif HIV AIDS.

“Yang positif HIV ada 191, sedangkan AIDS 168 orang. Dari total keseluruhan 174 orang meninggal atau setara 49 persen,” ungkapnya, Selasa (25/6/2019).

Dilanjutkannya, dari aspek usia, di Kabupaten Pekalongan 41 persen yang terjangkit berusia 24 hingga 35 tahun.

“Dan menurut jenis kelamin paling banyak adalah wanita dengan prosentase 58 persen,” tuturnya.

Ia menjelaskan selama kurun waktu 14 tahun terdapat 102 ibu rumah tangga yang positif HIV AIDS.

“Selain ibu rumah tangga, menurut jenis pekerjaan, wira swasta yang positif HIV AIDS ada 93 orang. Buruh 68 orang, swasta 40 orang, wanita penjaja seks 24 orang, belum bekerja 16 orang, PNS 8 orang, nelayan 6 orang dan mahasiswa 2 orang,” kata Iqbal.

Ditambahkannya, orang yang positif HIV AIDS di Kabupaten Pekalongan sejak 2005 prosentase hidupnya hanya 51 persen.

“Untuk itu kami lakukan berbagai upaya agar bersama dinas terkait untuk menekan angka HIV AIDS di Kabupaten Pekalongan, baik melakukan monitoring serta sosialisas dan skrining,” tambahnya.(*)

Penulis: budi susanto
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved