Kepala Bappenas Pastikan Ibu Kota Baru di Kalimantan (1)

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro terlihat sibuk di ruang kerja. Di atas mejanya berserakan kertas-kertas.

Kepala Bappenas Pastikan Ibu Kota Baru di Kalimantan (1)
TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN
Kawasan Tahura Bukit Soeharto, kilometer 50, Jl Poros Balikpapan-Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, Minggu (1/7/2018). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro terlihat sibuk di ruang kerja. Di atas mejanya berserakan kertas-kertas.

Layar komputer terus menyala. Dahinya mengkerut saat berbincang mengenai calon ibu kota baru. Lembaga yang dipimpinnya tengah sibuk menyiapkan kajian pemindahan ibu kota yang hampir rampung.

Kajian itu akan disampaikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan diumumkan sebelum akhir 2019. Ketika ditemui Tribun Network, Bambang tidak merinci perkembangan calon ibu kota baru itu.

Mantan Menteri Keuangan tersebut memastikan ibukota baru akan berada di Pulau Kalimantan, meski belum ditentukan di wilayah mana. Berikut petikan wawancara dengan Bambang Brodjonegoro di sela-sela kesibukan menyiapkan kajian ibu kota baru.

Kajian ibu kota baru yang berada di Pulau Kalimantan disebutkan sudah mencapai 90 persen. Apa saja yang menjadi acuan kajian tersebut. Kemudian, apa andil besar dalam menentukan ibu kota baru?

Intinya kajian tersebut berfokus pada dua hal, yaitu keperluan pemindahan ibu kota yang didefiniskan pusat pemerintahan. Kita harus meluruskan juga persepsi sebagian masyarakat Indonesia, yang sampai sekarang hanya mengetahui ibu kota adalah Jakarta.

Sehingga menganggap apa yang ada di Jakarta secara keseluruhan adalah ibu kota. Padahal, Jakarta itu mendapatkan status ibu kota karena kebetulan pusat pemerintahannya ada di Jakarta.

Yang rencananya akan dipindah adalah pusat pemerintahannya. Jadi yang lainnya, apakah itu pusat bisnis, keuangan, jasa, perdagangan itu semua masih akan terkonsentrasi di Jakarta.

Jadi kita coba cari alternatif mengenai strategi pemindahan ibu kota. Kedua adalah berbicara mengenai kriteria lokasi yang ideal. Karena tentunya kita harus memahami Indonesia adalah negara dengan indeks kerawanan bencana tertinggi di dunia.

Kita harus benar-benar memastikan lokasi itu risiko bencananya paling minimal. Mungkin tidak nol. Masih ada kemungkinan bencana, tapi yang risiko bencananya paling kecil.

Halaman
123
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved