Multifinance Mobil Lesu Berdampak Penjualan Mobil Melambat

Penjualan mobil yang menurun memukul industri pembiayaan. Piutang pembiayaan yang disalurkan multifinance hanya tumbuh di bawah 5%

Multifinance Mobil Lesu Berdampak Penjualan Mobil Melambat
Istimewa
Sales sedang melakukan pengecekan unit kendaraan sebelum dikirim ke dealer 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Penjualan mobil yang menurun memukul industri pembiayaan. Piutang pembiayaan yang disalurkan multifinance hanya tumbuh di bawah 5%, atau terendah sejak empat tahun terakhir.

Merujuk data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sampai April 2019, piutang pembiayaan industri multifinance hanya tumbuh 4,51% menjadi Rp 440,93 triliun. Dari capaian itu, pembiayaan di segmen multiguna masih berkontribusi 59,83% dari total pembiayaan.

Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno menjelaskan bahwa penjualan roda empat mencatatkan kinerja terbaik dari tahun 2000-2011. Setelah tahun tersebut, piutang pembiayaan multifinance hanya tumbuh sebanyak satu digit secara tahunan.

“Kami melihat pertumbuhan empat tahun terakhir di level 5%, 7% dan 8% secara year on year. Sampai April 2019 sudah di bawah 5%, padahal Maret lalu masih di atas 5%,” kata Suwandi di Jakarta, Senin (24/6).

Menurutnya, penurunan penjualan mobil baru karena daya beli masyarakat lesu sehingga mempengaruhi kinerja industri multifinance. Sampai dengan April 2019, penjualan mobil baru hanya sebanyak 400.000 unit, atau turun 15% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu.

“Kami telah berdikusi dengan agen tunggal pemegang merk seperti Astra dan Indomobil menyebut daya beli mempengaruhi penurunan penjualan ini. Apalagi mobil jenis LCGC masih mendominasi, sementara mobil kelas atas agak menurun dan ini menjadi tantangan bagi industri roda empat,” pungkasnya.

Salah satu yang merasakan penurunan pembiayaan mobil adalah anak usaha Bank Mandiri, PT Mandiri Tunas Finance (MTF).

Direktur Pemasaran MTF Harjanto Tjitohardjojo mengatakan, sampai Mei 2019, perseroan mencatatkan pembiayaan sebesar Rp 11,8 triliun per Mei 2019.

Menurut Harjanto, piutang pembiayaan tersebut hanya naik 3,50% secara tahunan. “Pembiayaan naik tipis karena pasar mobil baru sampai Mei 2019 turun 10%,” kata Harjanto kepada KONTAN Senin (24/6).

Mengakalinya, MTF telah menyiapkan startegi khusus, seperti melakukan pameran, program penjualan dan fokus menggarap nasabah dari Bank Mandiri.

Selain itu, MTF juga akan membuka dua kantor cabang baru yang berasa di Pantai Indah Kapuk dan di Surabaya. Sementara untuk meningkatkan pembiayaan kendaraan, MTF akan menggarap pembiayaan di segmen komersil (fleet) yang masih mempunyai peluang pasar cukup besar kemudian car ownership program (COP). (Ferrika Sari/KONTAN)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved